Data terbaru dalam laporan dari badan asuransi kelautan global, International Union of Marine Insurance (IUMI), memberikan gambaran yang positif tentang perdagangan dunia dan asuransi kelautan. “Ekonomi dunia tampaknya telah kembali bangkit, lebih kuat dari yang diharapkan pasca wabah COVID-19. Kepercayaan konsumen dan bisnis berada pada level tertinggi sejak krisis keuangan 2008,” catat IUMI.
IUMI menambahkan, berbagai Purchasing Manager Index (PMI) melihat kondisi ekonomi dunia saat ini dan masa depan mencapai level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Selain itu, perdagangan lintas laut dunia kembali menguat dan diperkirakan performa perdagangan pada tahun 2021 akan melebihi catatan tahun 2019. Berbagai subsektor pelayaran, seperti peti kemas, curah kering, dan gas, telah kembali ke tingkatan sebelum pandemi. Kendati melambat sekitar 2%, namun armada kapal dunia terus tumbuh.
Analis Alphaliner mengatakan, terdapat perbedaan yang signifikan antar sektor. Sektor peti kemas menunjukkan lonjakan sekitar 4,5% Tahun ke Tahun dalam hal kapasitas total. Sebanyak 593 kapal peti kemas dipesan dengan total kapasitas sekitar 5,2 juta TEU.
IUMI kembali melaporkan bahwa premi asuransi laut dunia mencapai USD 30 miliar pada tahun 2020 – meningkat 6,1% dari tahun 2019 dan menunjukkan perkembangan pasar yang nyata di semua lini asuransi laut kecuali Protection & Indemnity (P&I). Kendati demikian, indikasi awal pada semester I 2021 menunjukkan bahwa belum ada kepastian kelanjutan pembangunan.
Premi untuk penjaminan badan kapal laut tumbuh sebesar 6% mencapai USD 7,1 miliar pada tahun 2020. Kesenjangan antara premi dan kapasitas kapal dunia mulai berkurang. Rasio kerugian telah membaik untuk tahun penjaminan 2019 dan 2020, mengembalikan sektor ini ke posisi impas teknis, ungkap IUMI.
Premi kargo untuk tahun 2020 dilaporkan sebesar USD 17,2 miliar, meningkat 5,9% dari 2019. Sebagian besar pertumbuhan ini selaras dengan menguatnya perdagangan dunia yang diprediksi akan terus berlanjut. IUMI juga menambahkan bahwa terjadi peningkatan peristiwa bencana alam pada tahun 2021, sehingga masih harus di pantau bagaimana kondisi ini dapat mempengaruhi asuransi kargo, selain itu perusahaan asuransi kargo juga perlu mengontrol eksposur mereka.

