Tidak Berubah Sejak 2008, Kini IPC Lakukan Penyesuaian Tarif Lo-Lo dan Storage di Pelabuhan Tanjung Priok

PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC menyesuikan tarif pelayanan untuk jasa lift on-lift off (Lo-Lo) dan Storage peti kemas di terminal lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok mulai pukul 00:00 per tanggal 15 April 2021.

Penyesuaian tarif LoLo ini setelah melewati proses yang panjang sejak tahun 2019 melalui pembahasan dan persetujuan dari Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) Badan Pengurus Daerah DKI Jakarta, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, dan Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) DKI Jakarta.

“Penyesuaian tarif tersebut di atas telah mengacu pada Permenhub No 121 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan No 72 tahun 2017 tentang Jenis, Struktur Golongan dan Mekanisme Penetapan Tarif Jasa Kepelabuhanan, di mana penetapan tarif jasa kepelabuhanan untuk Lo-Lo dan Storage harus dibahas dan mendapat persetujuan dari asosiasi terkait, yakni GINSI, GPEI dan ALFI”, Dini Endiyani, SFVP Komunikasi Korporasi IPC Pusat menjelaskan.

Setelah mendapatkan persetujuan dan dibahas dengan asosiasi terkait, selanjutnya diajukan kepada Menteri Perhubungan dan dari Kemenko Maritim dan Investasi (Marvest).

Pada tanggal 23 Feb 2021 Kemenko Marvest telah mengeluarkan rekomendasi mengenai penyesuaian tarif peti kemas internasional di pelabuhan Priok itu kepada Kementerian Perhubungan. Kemudian pada 8 Maret 2021 telah terbit persetujuan Menteri Perhubungan untuk kenaikan tarif tersebut.

Rincian penyesuaian tarif Lo-Lo :
– Peti kemas ukuran 20 kaki menjadi Rp 285 500/box, sebelumnya Rp 187.500/box
– Peti kemas ukuran 40 kaki menjadi Rp 428.250/box, sebelumnya Rp 281.300/box.

Rincian penyesuaian tarif dasar Storage :
– Peti kemas ukuran 20 kaki menjadi Rp 42.500/box/hari, sebelumnya Rp 27.200/box/hari.
– Peti kemas ukuran 40 kaki menjadi Rp 85.000/box/hari, sebelumnya Rp 54.400/box/hari.

Dengan adanya penyesuaian tarif Lo-Lo dan Storage petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok itu, IPC akan menghilangkan biaya cost recovery Rp 75.000 per box yang selama ini diberlakukan.

Penyesuaian tarif ini diberlakukan di 5 (lima) pengelola terminal peti kemas internasional (ekspor-impor) yaitu Jakarta International Container Terminal (JICT), Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelindo II juga memangkas tarif progresif. Jika sebelumnya terhadap petikemas dengan masa tiga hari penumpukan dan seterusnya dikenakan tarif maksimal 900%, pada struktur tarif baru diturunkan, maksimal hanya hanya 600%.

Salah satu dasar pelaksanaan penyesuaian tarif tersebut, bahwa sejak tahun 2008 tidak pernah ada perubahan tarif, sehingga dari sisi investasi di terminal-terminal perlu adanya penyesuaian tarif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *