Skip to content

Indonesia-Singapura Bekerjasama Membangun Pelabuhan Peti Kemas di Jawa Tengah

Singapura dan Indonesia sedang melakukan pembicaraan untuk membangun pelabuhan dengan kapasitas 400.000 TEU di Jawa Tengah, Indonesia untuk melayani kawasan industri.

Pelabuhan baru akan melayani Kendal Industrial Park, pusat manufaktur seluas 2.700 hektar, di mana studi kelayakan di lokasi potensial telah diselesaikan bersama oleh perusahaan di Singapura dan Indonesia.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Seiring berkembangnya kawasan industri, pelabuhan mungkin perlu menambah kapasitasnya hingga 1,5 juta TEU di masa depan.

Menurut Bupati Kendal, Dico Ganinduto, Indonesia menganggap pelabuhan yang diusulkan sebagai proyek strategis nasional. Dico juga mengatakan bahwa Jakarta sedang mencari mitra lokal yang tepat di Singapura untuk mengembangkan pelabuhan.

Direktur Kawasan Industri Didik Purbadi mengatakan kawasan industri besar seperti Jakarta dan Jawa Timur memiliki beberapa pelabuhan laut, sedangkan Jawa Tengah hanya memiliki satu Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang yang jaraknya hampir satu jam dari Kawasan Industri Kendal.

“Pelabuhan baru ini akan membuat kita lebih kompetitif karena kunci keberhasilannya adalah mendekatkan pusat produksi dan jalur distribusi,” ujarnya.

Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong, yang mengunjungi kawasan tersebut minggu lalu, mengatakan pemerintahnya telah mengajukan proposal yang menguraikan rencana pembangunan pelabuhan kepada pemerintah pusat di Jakarta.

“Kami berharap keputusan lokasi pelabuhan tidak terlalu lama, dan Singapura tentu berharap dapat melakukan bagian kami dalam mendukung proyek penting seperti itu,” ungkapnya.

Menkeu menambahkan, dengan tumbuhnya kegiatan manufaktur di provinsi tersebut, perusahaan tentu ingin meningkatkan ekspor tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke negara lain.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Dan biaya logistik dan transportasi menjadi faktor pendorong daya saing. Jadi kami memang melihat kebutuhan akan pelabuhan,” jelas Wong.