Skip to content

Transparansi Pengiriman di Era Digital

  • by

Digitalisasi terbukti menjadi salah satu alat pada industri maritim yang paling efektif untuk menghadapi berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh dekarbonisasi, perekrutan, dan bahkan keragaman.

Sebagai co-CEO perusahaan penyedia komunikasi satelit dan solusi digital terkemuka Tototheo Maritime, Despina Panayiotou Theodosiou mengetahui seluruh dampak konektivitas terhadap efisiensi kapal komersial, namun terus mencari hubungan antara teknologi progresif serta masalah Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

“Teknologi dan digitalisasi baru hadir untuk membantu mencapai tujuan kami, tetapi penting untuk diingat bahwa hal tersebut bukanlah solusi itu sendiri,” ungkapnya. “Fokusnya harus pada bagaimana teknologi tersebut digunakan dan apa manfaat atau peluang yang dapat ditawarkannya.”

Dalam industri perkapalan, ketakutan akan kehilangan pekerjaan sering kali menjadi dampak kuat ketika teknologi baru diperkenalkan, Theodosiou mengungkapkan, “tanpa dilakukan diskusi paralel menegenai pekerjaan dan peluang baru, kendati digitalisasi membawa perubahan mendasar dalam industri kami, namun kapal merupakan suatu mesin yang sangat kompleks dan digitalisasi tidak akan mengubahnya. Sebaliknya, digitalisasi memberikan potensi untuk meningkatkan operasi dan pengelolaan aset sambil juga menciptakan berbagai peran baru.”

Pelaut dalam masa transisi

Inmarsat baru-baru ini melaporkan peningkatan penggunaan data oleh kapal sebesar 70% selama periode setahun, dengan sekitar 70-80% digunakan oleh pelaut. Theodosiou mengungkapkan hal ini merupakan ukuran untuk mengubah harapan kehidupan di laut juga sebagai indikator bahwa pelaut siap dan bersedia untuk terlibat dengan teknologi.

Alih-alih hanya merespons tuntutan peraturan, paksaan masyarakat atau investor, keterlibatan itu dapat dengan mudah memfokuskan digitalisasi dan pengambilan keputusan berbasis data yang mengoptimalkan keberlanjutan kapal serta memungkinkan pemilik kapal untuk mencapai ESG.

“Bukti ESG sudah dapat dijalankan adalah ketika solusi digital yang memantau, melaporkan, dan memberi saran mengenai keberlanjutan secara transparan memungkinkan untuk menarik generasi berikutnya yang paham teknologi dan sadar lingkungan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendorong kemajuan industri maritim,” ungkap Theodosiou.

Theodosiou adalah Presiden WISTA International saat ini dan memiliki pengalaman langsung mengenai bagaimana digitalisasi membantu menyamakan kedudukan bagi pria dan wanita sebagai karyawan. “Transformasi digital pengiriman menciptakan berbagai peran baru di mana pria dan wanita memiliki kesempatan untuk berhasil. Saya tidak mengatakan bahwa ada motivasi untuk mengurangi kampanye kami untuk kesetaraan gender di maritim, namun serupa dengan etnis, keahlian dan pengalaman yang dibutuhkan untuk Era Digital industri pengiriman juga secara transparan netral gender.”

Mobilitas sosial di maritim

Berdasarkan perkembangan generasi dalam literasi TI, pelaut masa depan dan personel berbasis pantai cenderung memiliki keahlian yang lebih dapat ditransfer, menciptakan lebih banyak peluang untuk mobilitas dalam industri yang menganggap dirinya global tetapi sering membatasi ruang lingkupnya untuk maju.

“Industri pengiriman merupakan industri yang yang kompleks, tidak homogen dan sering terfragmentasi sehingga selalu memberikan banyak peluang bagi para spesialis. Dengan pendekatan digital dan berbasis data ini, dapat menciptakan transparansi yang menarik talenta terbaik untuk mendukung bagian yang berkembang dari kebutuhan industri kami, “katanya.

Para talenta masa depan juga akan mengharapkan tingkat otomatisasi yang lebih tinggi. “Kami berharap melihat industri perkapalan yang baru terlibat sebagai operator aset yang lebih krusial yang juga akan melibatkan penggunaan teknologi untuk mengotomatisasi beberapa fungsi, proses, atau bahkan peran yang biasa-biasa saja,” ungkap Theodosiou. “Digitalisasi akan menciptakan awak jenis baru, yang memiliki pandangan yang lebih kuat menegnai profil operasional kapal dan awak yang terlibat dengan teknologi digital saat menjalankan peran mereka.”

Jika digitalisasi membentuk masa depan pekerjaan maritim, Theodosiou juga percaya bahwa tindakan diperlukan untuk mendukung kegunaannya bagi personel pengiriman saat ini.

Laporan World Maritime University 2019 “Transport 2040: Automation, Technology, Employment – ​​The Future if Work” menyoroti bagaimana otomatisasi akan mendorong munculnya keahlian baru. Namun, salah satu hasil utamanya adalah untuk menekankan perlunya pendidikan dan pelatihan di antara pekerja yang ada – untuk memastikan mereka dapat meningkatkan keterampilan saat teknologi baru diperkenalkan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Kita perlu mendiskusikan ini terus-menerus,” ungkap Theodosiou. “Evolusi pengiriman yang sebenarnya adalah hal yang baik, dan kami perlu memastikan tenaga kerja kami terus berlatih dan memiliki alat yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari transisi; jika tidak, kita mungkin gagal.”