Port of Cartagena Group (SPRC) adalah pelabuhan ekspor utama Kolombia, menghubungkan lebih dari 840 pelabuhan di 140 negara menjadikannya hub terbesar dan pelabuhan paling terhubung di Amerika Latin dan Karibia. SPRC mengoperasikan 3 fasilitas pelabuhan dan menyediakan berbagai layanan pelabuhan, transportasi, dan logistik, termasuk anak perusahaan yang terkait dengan operasi kapal tunda, transportasi sungai & darat, operasi kapal pesiar, bongkar muat, dan layanan logistik lainnya yang mewakili penjualan tahunan perusahaan sebesar lebih dari USD 370 juta dan total throughput peti kemas lebih dari 3 juta TEUs. Pada tahun 2022 total volume throughput SPRC turun 6,5% menjadi 3,14 juta TEUs dari yang semula 3,36 juta TEUs pada tahun 2021 yang merupakan “tahun yang sangat baik”.
Giovanni Benedetti, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Pelabuhan Cartagena mengatakan, “Secara umum, tahun 2022 adalah tahun yang penuh kekacauan, kita menghadapi banyak tantangan operasional, kapal-kapal tenggelam atau kehilangan jendela tempat berlabuhnya secara besar-besaran, banyak terguling, dan tagihan penyimpanan yang tinggi. Ini adalah sebuah paradoks, semua masalah ini berarti uang, jadi secara finansial itu adalah tahun yang sangat, sangat baik, tapi karena semua alasan yang salah. Dan hingga saat ini, paradoks tersebut terus berlanjut. Pada dasarnya produksi yang kami hasilkan sama, namun dengan perbedaan, impor turun 18%, ekspor hampir sama dengan tahun lalu tidak ada pertumbuhan, dan transhipment kembali meningkat. Tampaknya tahun ini akan berakhir dengan rekor baru untuk volume transhipment kami”.
Cartagena adalah hub utama Hapag Lloyd di wilayah tersebut dan terminal penting untuk CMA-CGM, Maersk-Hamburg Sud dan ONE Line. Cosco dan ZIM telah memulai beberapa operasi transhipment di Cartagena. Kendati beberapa operator pelabuhan di wilayah tersebut melaporkan adanya gangguan pelayaran dan layanan, namun Cartagena tampaknya tidak terpengaruh, ungkap Benedetti. “Mulai bulan Mei 2023, kini kami dapat mengatakan bahwa sebagian besar layanan berjalan tepat waktu dan sesuai batas waktu berlabuh, sehingga stabilitasnya baik dan kini operator memiliki waktu untuk meninjau jaringan mereka dan melihat apakah terdapat ruang untuk sinergi dalam optimalisasi dan restrukturisasi. Selain itu, beberapa layanan baru diharapkan mulai mengunjungi Cartagena mulai bulan Agustus dan September tahun ini, yang akan menambah lebih banyak konektivitas dan volume ke pelabuhan dan pelanggan kami.
“Kami senang telah diakui oleh UNCTAD selama 3 tahun berturut-turut, sebagai pelabuhan dengan konektivitas terbaik di Amerika dan memperoleh peringkat kelima di seluruh dunia (Pertama di Amerika) dalam Indeks Produktivitas Pelabuhan Kontainer Standard & Poors ( CPPI). Setelah perluasannya beberapa tahun yang lalu, Cartagena mengalami pertumbuhan yang konstan, bahkan selama pandemi. Namun perluasan juga ‘dalam pertumbuhan yang konstan’ dan diperlukan.
‘Kami baru saja mulai merencanakan dan merancang perpanjangan dermaga baru sepanjang 230 meter untuk Terminal Contecar kami, kemungkinan menambahkan 4 gantry crane tambahan sehingga totalnya mencapai 17 dan meningkatkan kapasitas teu sekitar 1 juta teus hingga mencapai 4,5 juta teus di Contecar dan kapasitas gabungan lebih dari 6,2 juta teus untuk dua fasilitas kami,” jelas Benedetti.
