Maersk telah memperkenalkan jaringan Asia Tenggara barunya ke Australia, yang bertujuan untuk meningkatkan keandalan jadwal dan meningkatkan ketahanan rantai pasokan di wilayah tersebut. Maersk juga telah memutuskan untuk menghentikan jaringan Asia Tenggara ke Australia yang ada, yang seperti dicatat oleh perusahaan, keandalannya bekerja dibawah standar global.
Jaringan baru Maersk akan terdiri dari tiga layanan baru yaitu, Greater Australia Connect (GAC), Eastern Australia Connect (EAC), dan Western Australia Connect (WAC). Tiga layanan baru ini akan menghubungkan lima pelabuhan utama Australia yaitu Adelaide, Brisbane, Fremantle, Melbourne, dan Sydney ke dunia melalui pelabuhan Singapura dan Tanjung Pelepas di Malaysia.
Maersk menjelaskan produk-produk baru ini akan menggantikan layanan Cobra dan Komodo dan diharapkan dapat menyederhanakan dan menghubungkan rantai pasokan end-to-end kepada pelanggan, sekaligus memastikan koneksi kargo internasional dan domestik Australia di masa depan.
Maersk akan mengerahkan 16 kapal di jaringan baru tersebut yang implementasinya tunduk pada pengajuan peraturan yang relevan dan akan diterapkan setelah izin akhir di yurisdiksi terkait. Pelayaran pertama di bawah jaringan baru dijadwalkan pada bulan Maret.
“Selama pandemi Covid-19, kami telah melakukan investasi yang signifikan dalam jaringan kami di Oseania untuk menjaga agar rantai pasokan tetap berjalan. Dengan diperkenalkannya jaringan Australia/Asia Tenggara kami yang baru, kami akan memulihkan keandalan dan fleksibilitas rantai pasokan pelanggan Australia kami. Jaringan baru kami juga menawarkan koneksi pantai Australia yang unggul untuk memungkinkan rute perdagangan domestik dan opsi transportasi multimoda bagi pelanggan kami di Australia,” komentar My Therese Blank, kepala ekspor Oseania Maersk.
