Jalur Laut Hitam ke pelabuhan Danube di Ukraina akan meningkatkan jumlah transit kapal sebanyak empat kali lipat dalam beberapa minggu mendatang dan pihak berwenang Rumania diperkirakan akan memberikan lampu hijau untuk meningkatkan jumlah kapal. Terusan Sulina di Rumania telah menjadi pintu keluar utama bagi ekspor sereal negara yang dilanda perang tersebut sejak berakhirnya kesepakatan gandum pada bulan Juli.
Lebih dari 100 kapal kini mengantri untuk memasuki terusan tersebut, namun jumlah tersebut diperkirakan akan berkurang karena jumlah kapal yang menuju ke hulu, yang sebelumnya berjumlah dua kali lipat menjadi 10 kapal per hari, akan berlipat ganda lagi menjadi 20 kapal per hari. Kendati Ivan Niyaki, pendiri perusahaan logistik Soul Marine, mengatakan bahwa dia telah diberitahu bahwa peningkatan jumlah tersebut akan terjadi pada musim gugur ini, namun tanggal pastinya belum diumumkan oleh pihak berwenang Rumania.
Niyaki mengatakan, “Peningkatan lalu lintas akan terjadi melalui langkah-langkah sederhana. Orang-orang Rumania telah melatih lebih banyak pilot untuk membantu menavigasi jalur sempit dan mereka telah memberikan izin kepada kapal untuk berlayar pada malam dan juga pada siang hari”. Menurut Niyaki, terusan tersebut cukup lebar untuk memuat kapal berukuran 25.000 dwt, namun draft dangkal sebesar 7 m berarti kapal tersebut hanya dapat memuat antara 5.000-10.000 ton kargo. Meski begitu penggunaan jalur sungai-laut menawarkan skala ekonomi. Dengan menggunakan Selat Sulina untuk ekspor, kapal-kapal yang keluar dari terusan tersebut hanya perlu berlayar sekitar 100 km ke selatan menuju Constanta, di mana biji-bijian dapat dimuat ke kapal yang lebih besar untuk diangkut ke pasar yang lebih luas.
Saluran Sulina terhubung dengan Danube di utara Tulcea, dengan sungai yang secara efektif menandai perbatasan antara Rumania dan Ukraina, dengan menggunakan kapal sungai, eksportir dapat memindahkan kargo dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih kecil, sekaligus mengurangi tekanan pada transportasi jalan raya. Truk harus menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk mengirimkan kargo ekspor, dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk melakukan perjalanan pulang pergi dengan muatan seberat 40 ton.
Biaya penggunaan truk untuk mengangkut ribuan ton kargo sangatlah mahal, dan kendati biaya pengiriman melalui sungai telah meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan dengan tingkat sebelum perang, namun biaya yang dipungut sebesar USD 40 per ton masih kompetitif. Jumlah tersebut kurang dari setengah dari USD 100 per ton yang dibayarkan pada musim panas 2022, tak lama setelah perang dimulai. Meski begitu, perusahaan eksportir biji-bijian terbesar di Ukraina seperti Nibullon telah mengalihkan operasinya dari Mykolaiv, sekitar 80 km sebelah timur Odessa, dan juga pelabuhan Laut Hitam, ke pelabuhan Sungai Danube seperti Izmail, Reni dan Ust Danube.
Pelabuhan-pelabuhan ini telah menginvestasikan dana lebih dari USD 100 juta dalam infrastruktur dengan peralatan penanganan terminal modern dan fasilitas penyimpanan baru.
Niyaki mengatakan, “Soul Marine sedang membangun terminal penyimpanan biji-bijian di Izmail, dengan kapasitas 60,000-80,000 ton. Serangan drone juga terjadi setiap beberapa minggu dan merupakan ancaman, karena bisnis tidak dapat memperoleh asuransi, dari swasta negara, untuk investasi mereka. Namun kami optimis perbaikan terjadi setiap hari, jika kami kehilangan fasilitas penyimpanan, kami kehilangan uang.”
Serangan terhadap fasilitas pelabuhan Sungai Danube telah meningkat sejak berakhirnya kesepakatan gandum pada bulan Juli, dan, seperti yang Anda duga, telah terjadi penurunan ekspor tahunan dari Ukraina, dari 70 juta ton sebelum perang menjadi sekitar 50 juta ton pada tahun 2022. Kendati demikian, perdagangan melalui sungai telah berkembang dengan total ekspor sebesar 3-4 juta ton per tahun dan kini totalnya telah mencapai 3 juta ton per bulan pada bulan Agustus, naik dari 2 juta ton pada bulan Juli dan diperkirakan akan meningkat menjadi 4 juta ton/bulan pada akhir tahun ini, atau lebih awal.
Niyaki mengatakan, apakah tingkat ekspor tersebut dapat terus berlanjut masih harus dilihat. Para petani telah beralih ke tanaman yang memberikan keuntungan lebih tinggi seperti bunga matahari dan biji lobak, dan ekspor tahun ini didorong oleh hasil panen tahun 2022 yang disimpan dalam silo di sekitar Ukraina. Fasilitas penyimpanan tersebut kini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, namun sekali lagi, Niyaki mengatakan ia percaya pada pertahanan udara Ukraina, yang menurutnya kini jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
