kiri-kanan: Sekretaris Klub Logindo – Wiwik Kaltiminasih, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta – Capt Suwondo, Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta – Sudirman, Ketua DPW DKI ALFI – Adil Karim, Executive General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok – Adi Sugiri, Ketua DPC INSA Jaya – Capt Alimuddin, Ketua DPW ISAA DKI Jakarta – Capt Rusdi Iskandar, dan moderator Forwami – Ridwan Said, di acara dialog kepelabuhanan yang bersamaan dengan acara Raker Forwami di PMLI, Ciawi, Bogor, Selasa, 28 Nopember 2023.(dok. mj)
Di penghujung tahun 2023, Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), sukses mengadakan acara Rapat Kerja untuk pemilihan Ketua Forwami yang baru di PMLI, Ciawi Bogor, Selasa (28 Nop). Sebelum Raker, Forwami juga melaksanakan acara dialog bersama antara badan usaha pelabuhan, mitra kerja, dan para pengguna jasa pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Dengan moderator wartawan senior Forwami, Ridwan Said, dialog yang bertema “Memperkuat Sinergi Antara BUP dengan Mitra Kerja dan Pengguna Jasa di Pelabuhan Tanjung Priok” menghadirkan narasumber, yaitu Executive General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok – Adi Sugiri, Ketua DPC INSA Jaya – Capt Alimuddin, Ketua DPW APBMI DKI Jakarta – Capt Suwondo, Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta – Sudirman, Ketua DPW DKI ALFI – Adil Karim, Ketua DPW ISAA DKI Jakarta – Capt Rusdi Iskandar, dan Sekretaris Klub Logindo – Wiwik Kaltiminasih.
“Pasca merger, PT Pelindo mengalami beberapa perubahan pada pola bisnis PT Pelindo itu sendiri, namun yang paling penting dalam perubahan-perubahan pola bisnis tersebut tidak mengakibatkan gangguan secara operasional terhadap para pengguna jasa khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata EGM Adi Sugiri.
Lanjutnya, Pelindo telah melanjutkan transformasi pelabuhan melalui kegiatan standarisasi dan sistemisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap mitra kerja dan pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kami (Regional 2 Tanjung Priok) telah melakukan perbaikan-perbaikan di beberapa wilayah di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk peningkatan pelayanan. Upaya untuk meminimalis kemacetan juga telah dilaksanakan,” jelas Adi Sugiri.
“Faktor utama yang menunjang kegiatan kami adalah kelayakan tempat sandar kedalaman air, kepastian kemanan alur sesuai dengan kedalaman, sehingga kapal bisa masuk dan bersandar tanpa hambatan,” kata Ketua DPW Insa Jaya Capt Alimudin.
“Soal beberapa keluhan kami sebagai pengguna jasa yang masih ada, hal tersebut bukan menjadi penghambat kegiatan kami, karena sejauh ini setiap hambatan yang ada selalu direspon baik oleh pihak Pelindo dan kebanyakan keluhan atau permintaan kami juga disetujui sehingga kami bisa menjalankan kegiatan kami dengan baik di Pelabuhan Tanjung Priok,” tambah Capt Alimudin.
Sedangkan Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) cabang DKI Jakarta Capt Suwondo, menyampaikan beberapa kendala PBM yang salah satunya adalah adanya selisih keterlambatan bergerak dari waktu yang telah ditentukan. Namun sejauh ini Pelindo sudah ada perbaikan, termasuk denda-denda juga telah dihilangkan.
“Problem yang ada di PBM sampai sejauh ini bisa diselesaikan, hubungan antara PBM, BUP dan APBMI hingga saat ini tetap terjaga dengan baik, jika ada kendala di lapangan itu bisa kita selesaikan bersama dengan baik,” kata Capt Suwondo.
“Khusus area kerja bongkar muat, ini memerlukan kesepahaman antara PBM dan BUP, juga termasuk perbedaan waktu kerja di Pelabuhan Tanjung Priok dan luar pelabuhan. Dibutuhkan kesadaran semua pihak terhadap kerjasama mengedepankan prinsip kesetaraan dan keadilan dalam berusaha membangun kerja sama dan kesadaran terhadap kemitraan dan prinsip kerjasama.” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Sudirman mengangkat isu legalitas trucking di Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah punya STID, namun masih ada sekitar 7.000-an armada truk/kendaraan komersial bodong masih bisa keluar-masuk melayani pengangkutan logistik dari dan ke pelabuhan.
Menurut Sudirman, maksud kategori ‘bodong’ adalah bukan anggota Aptrindo, dan apakah armada itu sudah atau belum memenuhi kelengkapan persyaratan (STID), serta diragukan keabsahan dokumen armadanya.
Sedangkan, Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia cabang DKI Jakarta, Adil Karim menghimbau para jurnalis, khususnya insan pers Forwami agar kedepan bisa menyampaikan berita-berita yang berimbang dan independen. Kalaupun mengkritik, tetap harus punya data yang benar, dan bisa kasih solusi.
“Untuk Pelindo semoga semua kesepakatan yang sudah kita setujui dan sepakati bersama bisa kita laksanakan dengan baik. Kita berharap Pelindo bisa lebih mengutamakan investasi yang masuk adalah investasi dari lokal, sehingga nantinya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelas Adil.
Ketua DPW ISAA DKI Jakarta Capt Rusdi Iskandar, menyampaikan sejauh ini hubungan keagenan dengan Pelindo dalam keadaan baik – baik saja, kalaupun ada masalah atau kendala semua masih bisa dikomunikasikan bersama.
Sementara Sekertaris Klub Logindo, Wiwik Kaltiminasih, berharap kedepan para jurnalis dalam menayangkan pemberitaan harus sesuai fakta dan bisa berkoordinasi atau konfirmasi terlebih dahulu dengan nara sumber sebelum menayangkan berita.

Diakhir diskusi, Adi Sugiri dalam kutipan singkatnya mengatakan: “Kita tidak pernah berhenti melakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan pelayanan, penataan dan relokasi wilayah bongkar muat juga masih kita lakukan. Kami selalu terbuka dan kami tetap fair menerima saran dan kritik sepanjang itu fakta,” tambahnya.
Setelah itu, EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok itu mengucapkan terimakasih dan berharap pada semua yang hadir untuk terus menjalin komunikasi dengan baik.
“Terimakasih atas support dan dukungan dari semua pihak, baik dari asosiasi maupun wartawan, khususnya yang tergabung dalam Forum Wartawan Maritim Indonesia,” tutup Adi Sugiri.(mj)

