Dalam ekspansi bisnis, melakukan relokasi kantor pusat ke lokasi yang lebih strategis adalah keputusan yang tepat. Tentu kepindahan didasarkan atas alasan dan pertimbangan kalkulasi yang matang, sehingga nantinya aktivitas operasional dapat berkelanjutan dan lancar.
Hal inilah yang dilakukan PT Dharma Bandar Mandala atau DBM Cargo & Logistics (DBM Cargo), perusahaan jasa total logistik nasional, yang me relokasikan kantor pusatnya ke area Tanjung Priok, tepatnya Jl. Yos Sudarso No. 15 – 17, Jakarta Utara.
Peresmian kantor pusat baru DBM Cargo dilaksanakan pada Rabu, 15 Nopember 2023, dengan menggelar acara yang khitmat, mulai dari sambutan Setiawan Sukardi selaku Direktur Keuangan & Umum, dan Ongki P. Soemarno selaku Komisaris, dilanjutkan pengajian, ceramah, dan ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng.

Selain Dewan Direksi, Komisaris, pimpinan unit dan staf perusahaan, hadir dalam acara tersebut para mitra bisnis, dan undangan terhormat lainnya, termasuk Keluarga (Alm). Bapak Deddy Wiyardi Hadiatmo, Direktur Utama DBM Cargo, yang diwakilkan oleh istrinya, Ibu Endang Retnowati.
Dalam sambutannya, Setiawan Sukardi menyampaikan: “Sesuai amanat almarhum bapak Deddy, Direktur Utama DBM Cargo, yang meminta kami untuk pindah kantor ke Yos Sudarso secepatnya.”
Lanjutnya, alasan relokasi dari (Jl.) Garuda, juga karena parkiran lokasi kantor Kemayoran sudah tidak cukup untuk menampung banyaknya armada kendaraan operasional, ditambah situasi kepadatan lalu lintas di sana.
“Kantor pusat sekarang punya tempat parkir yang luas untuk berbagai armada kendaraan kami, dan dilengkapi gudang seluas 500 meter persegi,” jelas Setiawan.
Tambahnya, adanya kemudahan akses ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, merupakan keuntungan bagi DBM Cargo untuk mengembangkan dan memperluas pengiriman ekspor dan impornya melalui layanan logistik laut.
“Akses jalan tol mengelilingi lokasi kantor ini, juga dapat memudahkan dan mempercepat respon jasa kurir kami, terutama jalan tol lansung ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata Setiawan Sukardi.

DBM Cargo & Logistics, perusahaan yang didirikan pada 27 Januari 1999, menyediakan manajemen layanan total logistik mulai dari angkutan udara, laut, darat, dan solusi logistik lainnya. Perusahaan ini mengawali bisnisnya sebagai agen tunggal umum (GSA) kargo Mandala Airlines, lalu dengan CITILINK . Sekarang DBM Cargo adalah agen penjualan kargo untuk maskapai komersial dan kargo domestik terbesar di Indonesia.
Beberapa penghargaan dari perusahaan Airlines, diberikan atas kinerja yang luar biasa dari perusahaan, seperti: Apresiasi Agen Kargo 2023 dari LION AIR, Agen Kargo Nasional Kinerja Terbaik 2022 dari CITILINK, Agen Kargo Teratas 2022 dari Garuda Indonesia, Agen Kargo Teratas 2021 dari Sriwijaya Air, dan Agen Kargo Terbaik 2017 dari CITILINK.
DBM Cargo & Logistics juga aktif menjalin hubungan dengan beberapa organisasi Bisnis baik Domestik maupun Internasional yang terkait dengan industri sebagai keunggulan kompetitif perusahaan, yaitu: 1. IATA (Asosiasi Transportasi Udara Internasional), 2. ASPERINDO ( Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express, Pos, dan Logistic Indonesia), 3. ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia), 4. KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), dan 5. HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).

DBM Cargo memiliki 26 kantor cabang, yaitu 1. Ambon, 2. Balikpapan, 3. Bandung, 4. Banjarmasin, 5. Batam, 6. Bengkulu, 7. Denpasar, 8. Jambi, 9. Jogjakarta, 10. Kupang, 11. Makassar, 12. Malang, 13. Manado, 14. Mataram, 15. Medan, 16. Padang, 17. Palembang, 18. Pangkal Pinang, 19. Pekanbaru, 20. Semarang, 21. Surabaya, 22. Solo, 23. Tanjung Pandan, 24. Tarakan, 25. Samarinda, 26. Aceh. Sedangkan Kantor Perwakilan berada di Banda Aceh, Pontianak, Gorontalo, Palu, Jayapura, Palangkaraya, Kendari, Sorong, Lampung, Tanjung Pinang, Manokwari, Pematang Siantar
DBM Cargo telah memperkuat layanan Transportasi Darat, dengan melayani rute Jawa, Bali, dan Sumatera, yang dilengkapi dengan armada baru, yaitu untuk Cengkareng (CGK) – 4 unit Truk CDD, 29 unit Truk CDE, 8 unit mobil Van, dan, 2 unit mobil Box , sedangkan di Kuala Namu (KNO) – 10 unit Truk CDD, 2 unit Truk CDD Refrigator, 5 unit truk CDE, dan, 9 unit mobil van

