Tahun ini merupakan tahun yang baik bagi sektor pembuatan kapal Tiongkok, yang terus mendominasi produksi dan jumlah pesanan baru. Data baru yang dirilis minggu lalu oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi menunjukkan bahwa Tiongkok telah mempertahankan pangsa pasar yang kuat dalam 11 bulan pertama tahun 2023.
Menurut data, produksi pembuatan kapal Tiongkok meningkat 12% YoY menjadi 38 juta deadweight ton selama periode Januari-November. Jumlah ini mewakili 50,1% dari total dunia. Pesanan baru berjumlah 65 juta dwt, menunjukkan peningkatan sebesar 64% YoY. Selain itu, kementerian mengatakan bahwa pesanan yang ditahan di sektor ini berjumlah 134 juta dwt pada akhir November. Volume ini mewakili 53% pangsa pasar global.
Tahun lalu, BIMCO menyebutkan galangan kapal Tiongkok telah mencapai pangsa pasar sebesar 47% dan untuk pertama kalinya melampaui pangsa pasar gabungan galangan kapal Jepang dan Korea Selatan. Dua puluh tahun yang lalu, galangan kapal Tiongkok memiliki pangsa pasar kurang dari 10z5, namun berkat ekspansi kapasitas besar-besaran di awal tahun 2000an, Tiongkok mampu mengklaim posisi teratas dalam pembuatan kapal global.
Keberhasilan galangan kapal Tiongkok dapat dikaitkan dengan posisi Tiongkok sebagai lokasi utama untuk pembuatan kapal peti kemas. Sebagian besar kapal peti kemas ultra-besar berkapasitas 24.000 TEU yang diluncurkan tahun ini dibuat di galangan kapal Tiongkok. Sektor ini juga menjadi kekuatan dalam pembangunan kapal militer, termasuk kapal induk. Selain itu, Tiongkok juga membuat terobosan dalam membangun kapal pengangkut LNG, yang saat ini merupakan sektor kapal terbesar kedua dalam pesanan global. Korea Selatan tetap menjadi pemimpin pasar dalam kapal pengangkut gas dengan margin lebih tinggi dan kapal berbahan bakar ganda.
Secara keseluruhan, galangan kapal Tiongkok mengekspor kapal senilai USD 21 miliar dalam 10 bulan pertama tahun ini, naik 21% dari periode yang sama tahun lalu, menurut data Asosiasi Industri Pembuatan Kapal Nasional Tiongkok. Permintaan yang tinggi dan harga yang lebih tinggi telah membantu: dalam laporan pasar pelayaran kuatal ketiga, Maritime Strategies International mencatat bahwa harga acuan kapal baru sekitar 30-50% lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun 2020.
