Skip to content

Tahun Ini, Throughput Shanghai Hampir Pasti Lampaui 50 Juta TEU

Pelabuhan Shanghai, pelabuhan terbesar di dunia, kini hampir dipastikan akan melampaui angka throughput 50 juta TEU (Twenty-foot Equivalent Units) pada tahun 2024, rekor baru dalam sejarah pelabuhan global. Dengan pencapaian ini, Shanghai melanjutkan dominasinya sebagai pelabuhan terbesar di dunia selama 15 tahun berturut-turut.

Dalam North Bund International Shipping Forum di Shanghai baru-baru ini, sebagai mana dikutip Lloyd’s List, Wali Kota Shanghai Gong Zheng mengatakan pelabuhan ini akan menjadi yang pertama di dunia yang berhasil menembus tonggak sejarah 50 juta TEU.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Tahun 2023, throughput Shanghai tercatat mencapai lebih dari 49 juta TEU, dan selama sembilan bulan pertama tahun 2024, pelabuhan ini telah menangani 39,1 juta TEU, mencatatkan peningkatan 8% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dengan tren pertumbuhan yang positif ini, Shanghai semakin percaya diri dalam mewujudkan target ambisiusnya, yakni mencapai throughput 65 juta TEU pada tahun 2035. Wakil Wali Kota Shanghai, Zhang Xiaohong, menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, pembangunan terminal peti kemas baru akan dipercepat dan fokus pada penguatan posisi Shanghai sebagai pusat transportasi antarmoda.

Inovasi Hijau dan Digitalisasi

Dalam rangka mendukung peningkatan throughput yang signifikan, Shanghai berkomitmen untuk terus mengintegrasikan energi hijau dan teknologi digital dalam operasi pelabuhannya. Wali Kota Gong Zheng menekankan pentingnya penggunaan teknologi canggih dan sumber daya energi terbarukan untuk mendongkrak efisiensi industri. Melalui upaya ini, Shanghai berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan seiring dengan peningkatan volume pengiriman.

Pendapat serupa disampaikan oleh Chairman Cosco, Wan Min. Cosco, BUMN China, terus berupaya mengintegrasikan teknologi lintas wilayah dan meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi digital. Salah satu inovasi terbesar adalah penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor pengiriman dan logistik. Cosco, misalnya, telah berhasil mengotomatiskan lebih dari 90% instruksi reposisi peti kemas kosong menggunakan algoritma AI, yang berkontribusi pada pengurangan biaya operasional hingga lebih dari 4%.

Wan Min juga menyoroti langkah Cosco dalam memperkenalkan metanol hijau sebagai bahan bakar alternatif untuk kapal. Raksasa pelayaran ini berencana untuk menggunakan kapal bertenaga metanol pada berbagai rute penting, termasuk pengiriman peti kemas antara Tiongkok dan Amerika Serikat, pengangkutan bijih besi dan bauksit dari Afrika Barat, serta pengiriman minyak dari Timur Tengah. Ini merupakan langkah maju menuju keberlanjutan dalam industri pelayaran global.

Kolaborasi Shanghai-Hong Kong

Dalam forum tersebut, Direktur Pelaksana Asosiasi Pemilik Kapal Hong Kong, Sandy Chan, menambahkan bahwa Hong Kong dan Shanghai, sebagai dua pusat pelayaran utama di Asia, harus bekerja sama dalam memajukan industri pelayaran global. Salah satu area penting untuk kolaborasi adalah penetapan standar bahan bakar hijau dan pengisian bahan bakar, yang dapat mempercepat transisi menuju solusi ramah lingkungan dalam industri ini.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dengan pencapaian yang luar biasa ini dan upaya berkelanjutan dalam inovasi teknologi serta keberlanjutan, Shanghai menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada volume, tetapi juga pada kualitas dan efisiensi. Seiring dengan ambisi untuk mengembangkan infrastruktur pelabuhan dan memperkuat peran sebagai hub transportasi global, Shanghai semakin solid dalam posisinya sebagai pelabuhan terbesar dan terdepan di dunia.