Skip to content

Trump Tuntut Turunkan Tarif Transit Terusan Panama, atau Kembalikan Pengelolaannya ke AS

Presiden terpililih Amerika Serikat Donald Trump mengkritik pemerintah Panama yang dianggap mengenakan tarif terlampau tinggi terhadap kapal-kapal yang melewati Terusan Panama. Trump menuntut tariff transit untuk diturunkan, jika tidak, pengeloloaanya harus dikembalikan ke AS.

Trump bahkan menyebutkan bahwa tarif yang tinggi ini berkaitan dengan pengaruh Tiongkok. “Ketika Presiden Jimmy Carter dengan bodohnya menyerahkan Terusan Panama hanya dengan satu dolar untuk dikelola oleh Panama, itu dilakukan semata-mata agar terusan dikelola oleh Panama, bukan Tiongkok,” kata Trump. “Panama tidak seharusnya diberi hak untuk mengenakan biaya tinggi terhadap Amerika Serikat, Angkatan Lautnya, dan perusahaan-perusahaannya.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dalam pidato lanjutan pada hari Minggu, Trump memperingatkan bahwa jika kepentingan pengiriman AS tidak mendapatkan kesepakatan yang lebih baik terkait transit terusan, “kami akan menuntut agar Terusan Panama dikembalikan ke Amerika Serikat secara penuh, cepat, dan tanpa pertanyaan.”

Tanggapan cepat datang dari Presiden Panama, José Raúl Mulino, yang merupakan seorang populis konservatif terpilih pada awal tahun ini. “Masyarakat Panama mungkin memiliki pandangan yang berbeda mengenai banyak isu,” ujar Mulino dalam pernyataan resminya. “Namun, bila menyangkut Terusan Panama dan kedaulatan kami, kami semua akan bersatu di bawah bendera Panama.” Pernyataan ini juga didukung oleh tiga mantan Presiden Panama—Ernesto Perez Balladares, Martin Torrijos, dan Mireya Moscoso.

Panama juga mendapatkan dukungan diplomatik dari Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, serta dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok, yang menggambarkan Terusan Panama sebagai “jalur air emas yang menghubungkan negara-negara.” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menegaskan dukungannya kepada Panama dan mengingatkan kembali pada era Perang Dingin, ketika Beijing mendukung perjuangan Panama untuk mengakhiri kendali AS atas Zona Terusan.

Zona Terusan Panama diambil alih oleh pemerintah AS pada tahun 1903 dan diubah menjadi jalur air strategis pada tahun 1914, dengan biaya besar baik dalam aspek keuangan maupun sumber daya manusia. Terusan ini tetap berada di bawah kontrol militer AS hingga pertengahan 1970-an, meskipun hal ini menimbulkan ketegangan dengan Panama.

Sejarah dan Pengaruh Terusan Panama

Pada periode 1973 hingga 1977, pemerintahan Nixon, Ford, dan Carter berusaha merundingkan dua perjanjian yang pada akhirnya mengembalikan Terusan Panama kepada pemerintah Panama. Perjanjian-perjanjian tersebut, yang ditandatangani di bawah kepemimpinan Carter dan disetujui oleh Senat AS secara bipartisan, mencakup ketentuan bahwa Terusan Panama harus tetap netral bagi semua pengiriman, termasuk kapal perang, dengan “tidak ada diskriminasi terhadap negara atau warga negara mana pun dalam hal kondisi atau biaya transit.”

Meskipun perjanjian tersebut kontroversial pada saat itu—terutama di kalangan pemimpin konservatif, termasuk calon Presiden Ronald Reagan yang mengkritik Ford dan Carter—keprihatinan ini berangsur-angsur mereda dalam beberapa dekade berikutnya, hingga muncul kembali dalam komentar Trump terbaru.

Saat ini, Terusan Panama dioperasikan oleh Autoridad del Canal de Panama (AMP), sebuah badan pemerintah Panama. Selain mengelola kanal yang lebih kecil yang dibangun oleh Amerika, AMP juga membangun sistem kunci Terusan Panama Baru yang lebih besar, yang memungkinkan adanya jalur transportasi baru antara Asia dan Atlantik. Jalur ini sangat mendukung operasional terminal LNG di Gulf Coast dan pelabuhan kontainer di Pantai Timur AS.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

AMP mengoperasikan dua sistem kanal secara komersial berdasarkan tarif yang ditetapkan serta menggunakan sistem lelang untuk memesan tanggal transit. Harga untuk pemesanan dapat berfluktuasi tergantung pada permintaan, dan terkadang sangat tinggi. Tahun lalu, misalnya, pembatasan penggunaan air yang berdampaka pada pembatasan operasional menyebabkan kemacetan dan mendorong harga slot transit ke level rekor, yakni $4 juta untuk satu slot.