PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (Perseroan/IDX: HAIS), perseroan penyedia jasa logistik dan transportasi laut terkemuka di Indonesia, berhasil mempertahankan kinerja keuangan positif pada kuartal III 2025 (Q3/2025) di tengah tekanan terhadap harga komoditas dan dinamika geopolitik global dan perekonomian Indonesia.
Pada Q3/2025 (Juli – September 2025) HAIS berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp34,52 miliar atau tumbuh 94,18% dibanding laba bersih Q2/2025 (April – Juni 2025) yang sebesar Rp17,78 miliar. Dibanding Q3/2024, Laba Bersih tumbuh 2,38% yang sebesar Rp33,71 miliar.
Pencapaian ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga tingkat profitabilitas dan menegaskan fondasi operasional yang kuat di tengah fluktuasi harga komoditas global dan dinamika geopolitik.
“Pertumbuhan laba bersih kuartalan yang melonjak hampir dua kali lipat ini membuktikan bahwa strategi efisiensi biaya dan optimalisasi utilisasi armada yang kami lakukan telah berjalan dengan sangat efektif di tengah tantangan tekanan harga komoditas dan dinamika geopolitik global yang berpengaruh kepada tekanan terhadap freight rate. Kami akan terus menjaga momentum positif ini dan berfokus pada penguatan fundamental Perseroan untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Direktur PT Hasnur Internasional Shipping Tbk Rickie.
Kinerja positif tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan pada Q3/2025 yang tumbuh 13,48% atau sebesar Rp226,39 miliar, dibanding Q2/2025 yang sebesar Rp199,50 miliar. Kenaikan ini didorong oleh strategi Perseroan dalam optimalisasi rute dan peningkatan utilisasi armada.
Secara kumulatif, pada periode Januari – September 2025, Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp661,25 miliar. Angka ini mencerminkan adanya penyesuaian strategi di tengah tekanan kondisi pasar yang berubah.
Di sisi lain, Perseroan menunjukkan hasil efisiensi yang signifikan. Beban pokok pendapatan pada Q3/2025 turun sebesar 14,96% menjadi Rp502,05 miliar dari Rp590,37 miliar pada Q3/2024.
Kinerja Q3/2025 ini masih terdampak kondisi penyesuaian pasar atas situasi geopolitik global yang berpengaruh terhadap harga dan tingkat permintaan batu bara sebagai komoditas kargo utama yang diangkut Perseroan, serta faktor cuaca yang berpengaruh terhadap produktivitas armada.
Meski begitu, hingga Q3/2025 ini, Perseroan mampu mengangkut kargo sebanyak 7,69 juta metrik ton. Angka ini merefleksikan adanya penyesuaian strategi volume di tengah perubahan permintaan pasar.
Meski demikian, Perseroan tetap menjaga efisiensi operasional dan optimalisasi rute pelayaran untuk mendukung volume angkutan yang ada.
“Kami optimis dengan prospek bisnis pengangkutan komoditas batu bara ke depan, melihat tren pemulihan harga batu bara di akhir 2025 dan diharapkan tren pemulihan harga batu bara terus berlanjut pada tahun depan. Momentum pertumbuhan laba bersih kuartalan yang solid ini menjadi indikasi keberhasilan strategi efisiensi dan optimalisasi utilisasi armada kami,” ujar Rickie.
Perseroan terus memantau dinamika pasar dan menyiapkan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Dengan fundamental yang kuat dan strategi yang terarah, HAIS optimis dapat menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif yang berkelanjutan.

