Setelah bertahun-tahun berjalan sendiri-sendiri, dua organisasi pensiunan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) akhirnya sepakat melebur menjadi satu. Kesepakatan tersebut dideklarasikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Jakarta, Selasa (23/9/2025), menandai babak baru dalam upaya memperkuat wadah kebersamaan para purnabakti Pelindo.
Dua organisasi yang selama ini menaungi para pensiunan, yakni Organisasi Pensiunan Pelindo Indonesia (OPPI)/Persatuan Pensiunan Pelindo Bersatu (P3B) dan Persatuan Purnakarya Pelabuhan Indonesia (P3I), resmi melebur menjadi satu entitas baru bernama P3IS (Persatuan Purnabakti Pelabuhan Indonesia Sejahtera).

Deklarasi peleburan ini dihadiri sejumlah tokoh senior yang pernah berkiprah di dunia kepelabuhanan nasional, termasuk mantan Direksi Pelindo seperti Abdullah Syaifudin, Hari Sutanto, dan Husein Latif. Ketiganya hadir sebagai saksi sekaligus memberi dukungan moral atas langkah penyatuan yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat solidaritas dan kesejahteraan para pensiunan Pelindo di seluruh Indonesia.
Setelah deklarasi, Munas dilanjutkan dengan sidang pleno untuk memilih Ketua Umum P3I Sejahtera. Berdasarkan pantauan di lokasi, forum Munas sepakat memilih pemimpin organisasi baru ini secara aklamasi, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi dasar peleburan tersebut.
Jafar Ahmad Ketua, Silo Santoso Sekretaris
Jafar Ahmad, pensiunan Pelindo yang juga dikenal sebagai mantan Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur, tepilih Ketua Umum. Sementara itu, Silo Santoso, mantan General Manager Pelindo Tanjung Priok, juga mendapat dukungan luas untuk posisi Sekretaris Jenderal.

Foto: Jafar Ahmad (kiri), Ketua P3IS terpilih
“Ini momentum bersejarah. Setelah sekian lama berjalan dengan dua wadah, kini kita bersatu dalam satu rumah besar yang lebih inklusif dan visioner,” ujar Abdullah Syaifudin dalam sambutannya.
Menurut Syaifudin, yang merupakan ketua Dewan Penasihat pada kedua organisasi sebelum dilebur (P3I dan P3B), langkah peleburan ini bukan semata simbolik. Dengan bersatunya dua organisasi besar ini, para pensiunan Pelindo berharap memiliki kekuatan kolektif yang lebih kuat dalam memperjuangkan hak-hak serta merancang program-program kesejahteraan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. P3IS juga diharapkan mampu menjadi ruang aktualisasi bagi para purnabakti yang masih ingin berkontribusi di bidang maritim dan logistik nasional.

Pensiunan sebagai aset bangsa kerap kali luput dari perhatian. Padahal, pengalaman dan jejaring mereka masih sangat relevan dalam mendukung pembangunan sektor maritim Indonesia yang terus berkembang. Dalam konteks itu, P3IS bukan hanya simbol penyatuan, tetapi juga pijakan baru untuk melangkah lebih jauh.
Dengan semangat kebersamaan dan semangat “purnabakti yang tetap mengabdi”, organisasi baru ini diharapkan mampu mewadahi aspirasi, mempererat silaturahmi, dan menjadi kekuatan moral dalam ekosistem Pelindo ke depan.

