A.P. Moller – Maersk prediksi volume kontainer global pada tahun 2025 akan tumbuh 4% secara year-on-year. Namun, perusahaan pelayaran terbesar ke-2 global tersebut mengingatkan potensi ketidakseimbangan yang semakin dalam antara supply dan demand.
Banyaknya kapal baru yang selesai dibangun serta potensi kembali normalnya jalur Laut Merah yang menyebabkan berkurangnya kebutuhan kapal dibanding jika melalui jalur panjang Tanjung Harapan, berpotensi mendorong berkurangnya jumlah kapal yang dibutuhkan.
Namun demikian, menurut Maersk, ketidakseimbangan ini kemungkinan akan diimbangi oleh faktor-faktor dari sisi pasokan serta permintaan pasar yang kuat.
Maersk prediski Laut Merah akan dibuka kembali antara pertengahan tahun hingga akhir tahun. Prospek Maersk untuk 2025 masih bergantung pada ketidakpastian makroekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan volume kontainer dan tarif angkutan.
Kinerja keuangan A.P. Moller – Maersk untuk tahun 2025 bergantung pada berbagai faktor yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi makroekonomi, harga bahan bakar bunker, dan tarif angkutan.
Sebelumnya, Xeneta memprediksi arus kontainer global diperkirakan tumbuh sebesar 3%.
Menurut platform analitik pengiriman laut dan udara ini, permintaan global untuk pengiriman dalam delapan bulan pertama tahun 2024 meningkat 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Bulan Mei dan Agustus bahkan melampaui angka 16 juta TEU, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Xeneta memperkirakan total pertumbuhan permintaan untuk tahun 2024 mencapai 4-5%, menembus angka 180 juta TEU, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 179,8 juta TEU pada 2021. Namun, pertumbuhan ini diperkirakan melambat menjadi sekitar 3% pada 2025.
“2024 adalah tahun yang ditandai oleh strategi pengiriman barang dalam jumlah besar (frontloading) oleh pemilik barang untuk mengamankan rantai pasok dan memastikan ketersediaan stok barang jika terjadi gangguan lebih lanjut,” kata Xeneta dalam laporan 2025 Ocean Outlook.
Perdagangan antara China dan Meksiko menjadi sorotan pada 2024 dengan pertumbuhan permintaan TEU meningkat 22,1% dibandingkan 2023. “Salah satu alasan utama adalah memburuknya hubungan antara China dan AS, dengan Meksiko dipandang sebagai jalur alternatif untuk menghindari tarif impor. Ke depan, permintaan di jalur perdagangan ini diperkirakan akan terus meningkat pada 2025,” ujar Xeneta.
Perdagangan antara China dan Timur Tengah juga meningkat secara signifikan, dengan volume naik 52% dibandingkan 2021.

