Skip to content

Program Bimbel TEUs dan Mimpi Anak-Anak Koja

‘TEUs Bersinar, Bimbingan Edukasi Siswa Pintar’ dari KSO TPK Koja hadir menyalakan harapan anak-anak Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Tak sekadar menjembatani mimpi ke sekolah (universitas) unggulan, program ini membentuk generasi berkarakter yang siap berkompetisi di masa depan.

Siang itu, Jumat 22 Agustus 2025, Aula sederhana milik SMPS Ar-Raudhah dipenuhi semangat dan harapan. Sebanyak 75 anak-anak muda dengan wajah polos namun tampak berseri setia mendengarkan sejumlah kata sambutan yang banyak memberi motivasi. Kendati diselingi celotehan khas anak-anak dalam kelompok mereka masing-masing, mereka tetap terlihat serius.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Memang mereka masih berkelompok sesuai asal sekolahnya masing-masing, namun sesekali terlihat ikut nimbrung celotehan kelompok sebelahnya.

Ini bukan perayaan lulus sekolah, bukan perayaan mengakhiri sebuah perjuangan. Justru sebaliknya, hari itu menjadi titik awal dari perjalanan panjang yang bisa mengubah hidup mereka.

Mereka adalah siswa-siswi terpilih dari lima sekolah menengah pertama di Kecamatan Koja – SMPN 84, SMPN 173, SMPN 151, SMPN 279, dan SMPS Ar-Raudhah. Mereka dikumpulkan dalam satu program yang bernama ‘TEUs Bersinar – Bimbingan Edukasi Siswa Pintar’, sebuah inisiatif sosial dari KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) yang dirancang untuk mengantar para pelajar menuju sekolah-sekolah unggulan, dan kelak, universitas-universitas terbaik di Indonesia.

Peluncuran program ini bukan seremonial biasa. Di hadapan para guru, orang tua, tokoh masyarakat, dan pejabat wilayah, satu persatu pembicara naik ke panggung membawa nada optimistis. Mereka bicara soal mimpi, soal perjuangan, dan soal membuka pintu-pintu yang selama ini terkunci rapat bagi anak-anak dari kawasan pesisir Jakarta Utara.

“Ini bukan sekadar bimbingan belajar,” ujar Ali Mulyono, General Manager KSO TPK Koja, dalam sambutannya. “Ini adalah jembatan, jembatan menuju jenjang pendidikan yang diimpikan berikutnya, yang bisa membawa anak-anak ini ke tempat yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.”

Ali menyebut target mereka cukup jelas: mencetak siswa-siswa Koja yang bisa bersaing masuk SMA unggulan, lalu menembus Top-10 universitas nasional, seperti Universitas Indonesia, ITB, atau UGM.

Bimbel Membentuk Karakter Siswa

Namun, di balik angka-angka itu, Ali tetap menekankan pentingnya membentuk karakter: daya juang, disiplin, kepercayaan diri, dan kemampuan berkompetisi.

Program TEUs Bersinar akan berjalan selama satu tahun penuh. Setiap pekan, siswa akan mengikuti bimbingan belajar intensif, fokus pada mata pelajaran strategis yang menjadi penentu dalam seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Semua fasilitas disediakan tanpa biaya. Dari modul, mentor, hingga ruang belajar, seluruhnya ditanggung melalui dana TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) TPK Koja.

Namun menurut Ali, angka dan soal ujian hanyalah pintu masuk. “Kita ingin anak-anak ini belajar bermimpi. Belajar punya tujuan. Kalau hanya mengejar nilai, semua Bimbel bisa melakukannya. Tapi membentuk cara pandang, itu yang kami kejar,” katanya.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Zaenal Nasution, Sekretaris Camat Koja, yang turut hadir dalam acara, menyebut program ini sebagai inisiatif cerdas yang bukan hanya meningkatkan kemampuan anak-anak dari sisi science, tetapi juga soal solidarity yakni kesempatan membangun jejaring sosial positif antar sekolah. “Kalau mereka sudah saling kenal, potensi tawuran bisa ditekan,” ujarnya. “Mereka jadi teman seperjuangan.”

Turut hadir dalam peluncuran program TEUs Bersinar sejumlah pejabat dari dunia pendidikan yang selama ini menjadi garda depan pembinaan siswa di Jakarta Utara. Dari Suku Dinas Pendidikan hadir Kepala Seksi SMK, Suyamti, dan Kepala Seksi SMP, Acep Mahmudin. Hadir pula Pengawas SMP, Dra. Hj. Suginah, M.Si, serta Ketua Pelaksana Pendidikan Kecamatan Koja, Jumaedy. Mereka duduk sejajar dengan para kepala sekolah dari lima sekolah peserta program—SMPN 84, SMPN 173, SMPN 151, SMPN 279, dan SMPS Ar-Raudhah, mendengarkan sambutan dan menyaksikan semangat para siswa yang hari itu secara resmi memulai perjalanan barunya.

Kolaborasi Berkelanjutan

Pengawas SMP, Dra. Hj. Suginah, M.Si menyebut program ini sebagai “jalan tengah antara mimpi dan realitas.” Ia berharap, program semacam ini bisa menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha dan dunia pendidikan, terutama di wilayah urban seperti Jakarta Utara, yang kerap luput dari perhatian program pendidikan elite.

TEUs Bersinar memang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) poin 4. Dalam konteks pendidikan Suginah memahami SDG bagaimana  anak-anak yang naik kelas, lolos seleksi ke sekolah yang diimpikan, dan suatu hari bisa berdiri di podium wisuda universitas ternama dengan toga dan senyum penuh kemenangan.

Di aula kecil itulah, benih-benih mimpi ditanam. Mungkin masih terlalu dini untuk menakar hasilnya. Tapi satu hal pasti: anak-anak Koja kini punya peluang yang lebih adil. Mereka punya tempat untuk belajar lebih keras, dengan dukungan penuh dari mereka yang percaya bahwa pendidikan adalah hak, bukan kemewahan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dan siapa tahu, beberapa tahun dari sekarang, salah satu dari mereka akan kembali ke tempat ini, bukan lagi sebagai siswa, tapi sebagai inspirasi. Anak dari pesisir Jakarta yang dulu belajar di bawah kipas angin aula Ar-Raudhah, kini pulang sebagai mahasiswa teknik di ITB, atau calon dokter dari UI.