Tarif spot untuk angkutan peti kemas di jalur perdagangan utama (Timur-Barat) terus mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Dalam perdagangan minggu lalu, terjadi penurunan sangat tajam, dengan lesunya permintaan menjadi faktor utama.
Tarif komposit indeks Drewry – World Container Index (WCI) – pada minggu lalu tercatat sebesar $2.795/FEU, turun 10% dibandingkan minggu sebelumnya. Angka ini hampir setara dengan tarif terendah sepanjang tahun lalu, yang tercatat pada bulan April, sebelum tarif kembali meningkat menjelang peak season.
Walaupun terlalu dini untuk memastikan apakah situasi ini akan mengulangi kejadian tahun lalu, beberapa indikasi menunjukkan kemiripan.
Yang jelas, bagi perusahaan pelayaran yang melayani rute perdagangan Transpasifik, kondisi perdagangan minggu lalu cukup memberatkan bisnis mereka. Spot rate untuk rute Asia-Pantai Timur AS (Asia-USEC) turun dua digit. Ini menjadi penurunan tertajam dalam beberapa bulan terakhir, dan kali ini penurunan pada jalur ini lebih tajam dibandingkan dengan rute Asia-Eropa.
Menurut WCI Drewry, tarif untuk rute Shanghai-Los Angeles tercatat sebesar $3.888/FEU, turun 11% dari minggu sebelumnya. Penurunan yang lebih besar terjadi pada rute Shanghai-New York, dengan penurunan 13%, menjadi $5.126/FEU.
Menurut sumber dari Tiongkok yang dikutip The Loadstar, operator pelayaran saat ini tengah bersaing untuk mendapatkan kargo di rute tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah pemotongan tarif spot.
“Produksi pabrik di beberapa wilayah belum pulih sepenuhnya setelah Tahun Baru Imlek, yang menyebabkan terbatasnya volume pengiriman. Perusahaan pelayaran terus menurunkan tarif angkutan untuk menarik lebih banyak kargo,” kata sumber tersebut.
Sementara itu, tarif WCI pada rute Shanghai-Rotterdam turun 9%, menjadi $2.618/FEU, sedangkan Shanghai-Genoa turun 8%, menjadi $3.837/FEU. Tarif spot WCI pada rute Rotterdam-New York juga turun 3%, menjadi $2.394/FEU.
Mengenai perdagangan Asia-Eropa, sumber di Ningbo awal minggu ini mengatakan: “Permintaan transportasi pasar secara keseluruhan pulih perlahan, namun volume kargo yang tidak mencukupi menyebabkan tarif muatan tetap rendah, yang mengakibatkan penurunan tarif angkutan terus-menerus.”
Untuk mengantisipasi kondisi ini, sejumlah operator pelayaran bersiap untuk menetapkan kenaikan tarif umum (General Rate Increase/GRI) yang akan mulai berlaku pada 1 Maret, dengan tujuan untuk membalikkan tren penurunan tarif yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Hapag-Lloyd mengumumkan tarif FAK (freight all kinds) baru yang akan berlaku mulai 1 Maret, sebesar $4.100/FEU untuk Asia-Eropa Utara dan $5.300 untuk tujuan Mediterania. MSC juga mengumumkan tarif FAK baru sebesar $5.200/FEU untuk rute Asia-Mediterania Barat yang mulai efektif pada 1 Maret.
Namun, Drewry memperingatkan operator mungkin perlu mempertimbangkan pengurangan kapasitas lebih lanjut untuk menyeimbangkan pasokan dengan permintaan. Jika tidak, tarif diperkirakan akan terus menurun.
“Menjelang bulan Maret, lonjakan kapasitas (supply kapal) diperkirakan akan memberikan tekanan lebih lanjut pada tarif pengiriman, sehingga menurunkan kemungkinan keberhasilan kenaikan tarif umum yang diumumkan oleh operator mulai 1 Maret,” kata analis Drewry dalam laporan Blank Sailings Tracker.
Selain itu, perlu diperhatikan berapa kapasitas aktual yang tersedia pada perdagangan Asia-Eropa setelah perombakan aliansi selesai. Ada indikasi bahwa kapasitas di Asia-Eropa Utara bisa turun hingga 11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sumber: The Loadstar

