PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur resmi menjalin sinergi operasional untuk mengoptimalkan pemanfaatan dermaga dan peralatan bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat.
Sinergi resmi diperkuat dengan acara penandatanganan kerja sama, yaitu antara Erika Sudarto, Manager Operasi IPC TPK Teluk Bayur dengan Fauzi, Branch Manager PT PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur di Pelindo Tower, Jakarta (23/04).
Turut hadir menyaksikan penandatangan kesepakatan, Pratiwi Karim – Senior Manager Komersial IPC TPK, Billy Agus Nugroho – Deputy Manager Pendukung Operasi PT PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, dan Manajemen IPC TPK Area Teluk Bayur.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari koordinasi lintas fungsi dalam Pelindo Group, yang mengintegrasikan pengelolaan terminal petikemas, layanan multipurpose, hingga dukungan operasional di lapangan guna menciptakan sistem pelayanan yang lebih efisien dan terintegrasi.
“Sinergi ini bukan sekadar kerja sama operasional, tetapi langkah konkret dalam memastikan setiap aset pelabuhan dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Erika Sudarto, Manager Operasi IPC TPK Area Teluk Bayur. “Dengan integrasi dermaga dan peralatan bongkar muat, kami mendorong alur layanan yang lebih cepat, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa.”
Melalui kesepakatan ini, kedua entitas mengintegrasikan penggunaan fasilitas dermaga, penyediaan operator alat bongkar muat yang kompeten, serta dukungan layanan stevedoring, lift-on/lift-off (Lo/Lo), hingga haulage.
Penyediaan jembatan timbang untuk penanganan kargo curah kering juga diperkuat guna memastikan akurasi dan efisiensi dalam setiap proses bongkar muat.
Koordinasi intensif antarlini operasional menjadi kunci implementasi kerja sama ini. Penyelarasan perencanaan sandar kapal, kesiapan alat, hingga pengaturan arus barang dilakukan secara terpadu untuk menekan waktu tunggu dan meningkatkan produktivitas terminal.
Sinergi ini turut mempertegas komitmen Pelindo Group dalam membangun ekosistem logistik yang berkelanjutan, khususnya di kawasan Sumatera Barat sebagai gerbang distribusi komoditas.
Erika menegaskan, kolaborasi lintas entitas ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong kinerja pelabuhan ke depan terutama percepatan kelancaran arus logistik di wilayah barat Indonesia.
“Dengan koordinasi yang solid antarfungsi dan pemanfaatan aset yang terintegrasi, kami optimistis produktivitas bongkar muat di Teluk Bayur akan meningkat secara signifikan serta memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi wilayah,” tutupnya.

