Skip to content

Dukung Standarisasi e-BL, Lima Organisasi Shipping & Logistik Global Bentuk Aliansi FIT

  • by

Lima organisasi shipping dan logistik global, termasuk BIMCO, International Chamber of Commerce, SWIFT, FIATA, serta DCSA (Digital Container Shipping Association) sepakat untuk untuk melakukan standarisasi e-bill of lading dengan mengadopsi single e-Bill of Lading (e-BL tunggal).

Lima dari asosiasi terkuat yang menggerakkan perdagangan global membentuk sebuah aliansi untuk mempercepat transformasi digital dan penyederhanaan jalur perdagangan dunia, termasuk e-BL tunggal.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dalam upaya untuk menghindari divergensi yang mahal dan tidak diinginkan dalam standar digitalisasi industri shipping, DCSA telah menandatangani nota kesepahaman dengan BIMCO, FIATA (International Federation of Freight Forwarders Associations), International Chamber of Commerce (ICC) dan SWIFT yang akan membentuk Future International Trade (FIT) Alliance dengan misi mengkoordinasikan modernisasi pengelolaan data industri dan praktik terbaik untuk pengelolaan transaksi digital.

Aliansi FIT akan bekerja untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya standar data yang umum dan dapat dioperasikan serta kondisi legislatif umum di seluruh yurisdiksi dan platform internasional.

Salah satu tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menyatukan para pemangku kepentingan dalam industri terkait e-BL yang bisa diterima oleh regulator, bank dan perusahaan asuransi, menyatukan komunikasi antara organisasi-organisasi ini dengan shippers, operator, serta pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam transaksi perdagangan internasional.

Thomas Bagge, CEO dari DCSA mengungkapkan, “Sejak awal, DCSA telah memahami pentingnya kolaborasi lintas industri untuk mencapai tujuan eBL universal. FIT Alliance merupakan salah satu hasil menarik dari upaya berkelanjutan kami untuk mendorong kolaborasi tersebut. Kapal kontainer membawa 90% barang dunia. Dengan demikian, hampir semua pemangku kepentingan yang sangat beragam bersinggungan dengan transaksi B/L—mulai dari regulator (pemerintah), perusahaan asuransi, hingga pengirim barang dari setiap industri. Untuk mencapai penggunaan eBL secara luas, mereka semua harus mengikuti standar B/L digital.”

Bagge menambahkan, “Kesepakatan antara DCSA dan asosiasi industri yang beragam ini merupakan tonggak sejarah yang menarik dalam perjalanan kami menuju standarisasi semua dokumentasi pengiriman peti kemas melalui langkah e-Documentation yang kami prakarsai.”

DCSA sebelumnya memperkirakan bahwa adopsi e-Bill of Lading oleh 50% dari industri peti kemas dapat menghemat biaya sekitar USD 4 miliar per tahun. Pembentukan FIT disambut oleh maskapai peti kemas terbesar di dunia Mediterranean Shipping Co (MSC).

André Simha, Global Chief Digital & Innovation Officer MSC sekaligus Ketua DCSA, mengungkapkan, “MSC percaya bahwa agar digitalisasi dapat bekerja dengan baik, setiap orang perlu bergabung, bekerja sama membangun bahasa yang sama, yang ditentukan oleh seluruh industri. Dengan menyatukan begitu banyak asosiasi perdagangan penting, Aliansi FIT mewakili langkah maju yang besar, dan saya senang melihat manfaat yang akan dihasilkan dari kolaborasi ini.”

FIATA, yang telah mengembangkan solusi sendiri yang diterima oleh ICC, menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan sektor lain untuk memastikan bahwa dokumen untuk semua jenis kargo yang berbeda dapat disederhanakan dengan penciptaan solusi open source yang merespons beragam kebutuhan industri.

Dr. Stephane Grabe, Direktur Jenderal FIATA mengungkapkan, “Interoperabilitas antara seluruh pelaku industri perdagangan dan transportasi merupakan fondasi utama untuk memungkinkan pertukaran data yang lancar dan untuk merampingkan proses pengiriman end-to-end untuk anggota kami,”. Grabe menambahkan, “FIATA, sebagai pemilik satu-satunya dokumen transportasi multimoda yang dapat dinegosiasikan, yang disahkan oleh UNCTAD dan ICC, yakin bahwa upaya seluruh industri untuk menetapkan standar open-source, interoperable, standar teknologi-agnostik sangat penting untuk membuat digitalisasi perdagangan internasional menjadi kenyataan.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Langkah tersebut disambut baik oleh Sekretaris Jenderal ICC John Denton, yang mengatakan, “Keberhasilan langkah tersebut akan membuat perdagangan internasional jauh lebih kompleks daripada saat ini. Melalui FIT Alliance, kami berkolaborasi dengan pemain utama industri untuk menciptakan dan mempercepat penerapan standar digital untuk bill of lading yang akan membuat pengiriman internasional menjadi lebih sederhana, aman, dan mulus.”