Suez Canal Economic Zone Mesir (Zona SC) telah menandatangani perjanjian dengan penyedia layanan infrastruktur dan rantai pasokan Kuwait, Agility, untuk mengembangkan dan mengoperasikan dua pusat bea cukai dan logistik. Perjanjian ini ditandatangani di Forum Ekonomi Mesir-Kuwait oleh ketua SC Zone, Walid Gamal El-Din dan Wakil Ketua Agility, Tarek Sultan.
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Agility akan menginvestasikan USD 60 juta guna membangun dua pusat logistik dan bea cukai seluas 100.000 meter persegi untuk melayani bisnis di pelabuhan Ain El Sokhna dan East Port Said, yang masing-masing dioperasikan oleh DP World, dan Terminal APM.
Pihak Agility menyatakan, “Agility akan bekerja dengan SCZone untuk mengimplementasikan visi strategisnya di bidang layanan, logistik, dan dukungan zona industri dengan membentuk cabang teknis dan logistik yang akan mengotomatisasi proses dan operasi bea cukai di SCZone. Otomatisasi akan menghubungkan departemen bea cukai SCZone dan lembaga pemerintah yang terkait dengan pekerjaan inspeksi, ”.
“Proyek yang dimaksudkan untuk mengubah zona tersebut menjadi pusat logistik global, akan meningkatkan arus barang dan komoditas serta efisiensi biaya bagi perusahaan dan investor internasional yang beroperasi di sana. Proyek ini akan dilaksanakan pada paruh kedua tahun 2023.”
Gamal El-Din mengungkapkan perjanjian ini akan membantu mendukung rencana strategis Otoritas Terusan Suez 2025, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan investasi yang menguntungkan dan memajukan tujuan pembangunan utamanya untuk menciptakan kesempatan kerja melalui pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Perjanjian ini akan memungkinkan Otoritas Terusan Suez untuk meningkatkan visibilitas atas material yang masuk dan barang jadi serta meningkatkan efisiensi melalui platform bea cukai satu jendela. Hasilnya adalah peningkatan aktivitas komersial, pelepasan kargo lebih cepat dan operasi keseluruhan yang lebih baik, ”
Tarek Sultan mengungkapkan, “Mesir berada di peringkat No.21 dalam Agility Emerging Markets Logistics Index 2022 sehingga negara ini berperan penting baik dalam perdagangan global maupun regional. Dengan adanya prerjanjian tersebut, SCZone dan pemerintah Mesir memposisikan Mesir sebagai salah satu operator paling maju di dunia dan mitra dagang abad ke-21 yang sangat diperlukan untuk MENA, Asia dan Eropa,”.
“Perusahaan yang hadir di Suez Canal Economic Zone Mesir akan memiliki akses ke infrastruktur dan layanan logistik terbaik dunia. Mereka akan ditempatkan di persimpangan perdagangan dunia, di tengah pasar yang tumbuh paling cepat.”
