Pelabuhan Los Angeles telah mengalami penurunan volume yang signifikan pada awal tahun akibat melemahnya perdagangan peti kemas Transpacific. Pelabuhan LA menangani 726.014 TEU pada Januari 2023 turun 13% dari bulan yang sama tahun lalu.
Pada Januari 2023 muatan impor yang ditangani mencapai 372.040 TEU, turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Loaded naik tipis menjadi 102.723 TEU, meningkat 2,5% dibandingkan tahun lalu. Sementara penanganan peti kemas kosong mengalami penurunan tajam menjadi 251.251 TEU, penurunan tahun ke tahun sebesar 26%.
Direktur Eksekutif Pelabuhan LA, Gene Seroka, mengatakan bahwa dengan perlambatan kargo, pelabuhan akan mengawasi tingkat pemanfaatan kapal sementara volume peti kemas dari kapal yang berkunjung ke terminal yang ditangani pada bulan Januari 2023 turun sebesar 16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Statistik semacam itu, dikombinasikan dengan 17 pelayaran yang dibatalkan yang kami lihat di bulan Januari menunjukkan bahwa kami dapat memprediksi lebih banyak pembatalan pelayaran dan perlambatan lanjutan dari perdagangan Transpasifik dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, dan pada bulan Februari kita akan melihat penurunan volume yang signifikan serta pasar yang lebih lemah menuju kuartal kedua” katanya.
Faktor-faktor di balik perlambatan ini termasuk penutupan pabrik yang diperpanjang hingga 30 hari menjelang Tahun Baru Imlek, gudang di AS tetap penuh, dan kenaikan suku bunga mengurangi belanja konsumen.
Sesama fasilitas San Pedro Bay, Pelabuhan Long Beach telah melaporkan penurunan volume tahun-ke-tahun bulan Januari sebesar 28,7% dengan penanganan peti kemas 573.772 TEU. Volume yang lebih rendah disebabkan oleh belanja konsumen yang melemah, kenaikan harga karena inflasi , dan pergeseran rute perdagangan yang menyebabkan lebih banyak kargo bergerak melalui pelabuhan Pantai Timur AS.
