Kekhawatiran perdagangan atas kebuntuan antara International Longshore and Warehouse Union (ILWU) dan Pacific Maritime Association (PMA) mengenai negosiasi kontrak di pelabuhan Los Angeles dan Long Beach semakin meningkat. PMA mewakili para majikan komunitas pelayaran pengguna Pantai Barat AS.
Dalam pernyataan terbarunya, PMA mengatakan, “ILWU Local 13, serikat lokal terbesar di Pantai Barat, terus mengganggu operasi di Pelabuhan Los Angeles dan Long Beach yang merupakan kompleks pelabuhan terbesar di negara itu. Kendati serikat menggunakan taktik baru, namun hasilnya tetap sama, yaitu gangguan operasi terminal”.
Menurut PMA, serikat pekerja terpaksa menunda proses pengiriman standar, yang dikelola bersama oleh PMA dan ILWU serta menolak untuk mengizinkan partisipasi PMA dalam proses pengiriman tenaga kerja. “Tindakan ini telah memperlambat dimulainya operasi di seluruh kompleks pelabuhan California Selatan. Selain itu, serikat pekerja telah memaksa untuk menghentikan oeprasi peralatan penanganan kargo yang penting di beberapa terminal utama,” ungkap PMA.
Tindakan kerja ilegal bersama-sama ini telah mengganggu aktivitas di beberapa terminal terbesar dan paling aktif di Amerika Serikat, yang memainkan peran penting dalam pergerakan kargo ke dan dari pasar di seluruh negara. Menurut PMA, serikat pekerja memilih untuk melakukan tindakan terkoordinasi karena negosiasi untuk kontrak pesisir baru sedang berlangsung, dimulai pada Mei 2022 setelah kontrak terakhir berakhir pada 1 Juli 2022.
PMA selanjutnya menjelaskan, “Seperti yang telah ditunjukkan selama bertahun-tahun, setiap tindakan yang merusak kepercayaan di pelabuhan Pantai Barat mengancam untuk lebih mempercepat pengalihan kargo bebas ke pelabuhan Atlantik dan Pantai Teluk. Pengalihan kargo menempatkan pekerjaan berkualitas dalam risiko jauh di luar dermaga, termasuk pengemudi truk, pekerja gudang, dan ribuan lainnya yang mata pencahariannya bergantung pada operasi yang sedang berlangsung di pelabuhan.”
Gangguan tenaga kerja telah menjadi duri bagi pihak pemangku kepentingan industri di Pantai Barat AS sejak pertengahan 2022. Lars Jensen, seorang analis pengiriman peti kemas terkemuka mengatakan, faktor risiko ini telah membuat banyak importir AS mengalihkan bagian rantai pasokan mereka kembali dari pantai timur ke pantai barat meskipun masalah yang disebabkan oleh pandemi sebagian besar telah diselesaikan.
