Skip to content

Pelindo Jasa Maritim Inisiasi HSSE dan Marine Awareness Bagi Awak Kapal

Prioritaskan keselamatan dalam melayani pengguna jasa, PT Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) berikan materi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (HSSE) serta Manajemen Keselamatan di bidang maritim untuk menjaga “marine awareness” para awak kapal.

Adanya Peraturan Menteri Perhubungan PM 45 Tahun 2012 tentang Manajemen kapal, materi-materi HSSE, serta keselamatan kapal ini diberikan kepada para awak kapal SPJM yang dilaksanakan di beberapa tempat, antara lain Tanjung Perak, Balikpapan, Dumai, dan Belawan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Di waktu mendatang materi serupa juga akan diberikan kepada awak kapal di daerah lainnya seperti Jakarta, dan Makassar, serta sejumlah area dimana SPJM melakukan kegiatan operasional.

Hal ini bertujuan untuk mewujudkan layanan yang dengan standar yang sama di seluruh wilayah kelolaannya dan diharapkan dapat langsung berdampak pada peningkatan layanan yang dirasakan manfaatnya oleh pemakai jasa dalam bidang keselamatan.

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar mengatakan, “Keselamatan menjadi hal yang sangat krusial karena risiko karena kelalaian atau tindakan yang mengabaikan keselamatan sangat besar dampak kerugiannya bagi pengguna jasa dan SPJM sendiri, serta risiko fatality yang tentu saja mengancam nyawa para awak kapal di tempat kerja”.

Beberapa hal yang ditekankan kepada para awak kapal utamanya adalah peran dan tanggung jawab masing-masing awak ketika bekerja, kegiatan yang sesuai dengan standar operasi dan layanan, kesiapsiagaan pada keadaan darurat dan responnya, serta kondisi peralatan dan tempat kerja yang rutin dilakukan berupa maintenance dan pemeliharaan.

Selain itu HSSE ditumbuhkan agar menjadi habit dimana para awak mengenal dengan baik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di kapal jika terjadi kondisi darurat di area kerja.

“Sudah menjadi kewajiban setiap awak kapal untuk memahami peran dan tanggung jawabnya serta menjaga keselamatan selama di tempat kerja, hal ini demi diri mereka sendiri, perusahaan, serta pengguna jasa”, Tubagus Patrick menegaskan.

Selain itu, SPJM juga menekankan kegiatan “Fit to Work” bagi para awak sebelum melakukan aktivitas. Program kesehatan kerja yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pekerja sehingga dapat bekerja tanpa menimbulkan tindakan tidak aman yang berdampak pada kecelakaan kerja.

Lebih lanjut, Patrick mengatakan bahwa “marine awareness” dari setiap crew kapal, yaitu bagaimana mereka merespon keadaan darurat, serta menerapkan K3 tanpa kompromi demi keselamatan bersama. Itulah mengapa drill HSSE terus dilakukan untuk menanamkan kesadaran crew akan pentingnya selalu waspada dan terlatih menangani kondisi darurat sebelum menimbulkan fatalitas.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Ini merupakan inisiasi perusahaan untuk menjadi semakin baik dari sisi internal khususnya bidang Marine di 37 pelabuhan. Untuk tahun 2023, secara bertahap cabang yang menjadi prioritas utama pelaksanaan standarisasi marine di tahun ini adalah Belawan, Tanjung Priok, Makassar, Balikpapan, Ambon, dan Sorong.