Skip to content

Komunitas Jurnalis Pelabuhan Siap Gelar Diskusi Solusi Efisiensi Logistik Nasional

Komunitas jurnalis yang tergabung dalam Indonesia Port Editors’ Club (IPEC) siap menggelar acara Forum Diskusi antar stakeholder yang dikemas dalam Ngobrol Santai bertema ‘Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional’.

Ketua Umum IPEC, Ridwan Said mengatakan, kegiatan yang nantinya dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (02/07) akan menghadirkan berbagai nara sumber yang berkompeten, mulai dari unsur Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kepelabuhanan sebagai regulator, sektor bisnis pelabuhan dan pelayaran, asosiasi freight forwading, bongkar muat, trucking, logistik, sera kalangan praktisi dan dunia usaha.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

“Diskusi yang digelar IPEC tersebut diharapkan menjadi ajang interaktif solutif guna mengidentifikasi persoalan kendala kelancaran arus barang agar terwujud layanan logistik yang efektif dan efisien,” ujarnya melalui keterangan resmi pada Minggu (30/06).

IPEC merupakan wadah jurnalis yang melakukan peliputan di sektor kepelabuhanan, pelayaran, transportasi dan logistik, ingin memberikan sumbangsih positif dan berguna melalui forum diskusi tersebut.

Sebagai informasi, pada tahun lalu World Bank atau Bank Dunia telah merilis Logistics Performance Index (LPI) Indonesia di peringkat 63 dengan skor 3.0. Nilai tersebut sedikit menurun dibandingkan LPI 2018 (skor 3,15 atau peringkat 46), namun masih lebih baik jika dibandingkan LPI 2016 (skor 2,98 atau peringkat 63).

Jika dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country) yang hanya berada di kisaran 2,54, Indonesia masih tergolong di atas rata-rata.

Namun jika dibandingkan dengan negara mitra yang memiliki pertumbuhan tergolong tinggi di Asia seperti China (skor 3,7 atau peringkat 19) dan India (skor 3,4 atau peringkat 47), serta negara-negara ASEAN seperti Singapura (skor 4,14 atau peringkat 1), Malaysia (skor 3,43 atau peringkat 32), dan Thailand (skor 3,26 atau peringkat 45), maka Indonesia masih harus kerja keras dan serius di sisi kinerja logistik.

Biaya logistik nasional pun, dinilai World Bank masih tergolong tinggi, yaitu 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Untuk mendongkrak LPI itu, diperlukan kolaborasi antar stakeholders, penguatan konektivitas dan transportasi serta infrastruktur, termasuk teknologi dan informasi yang berkaitan dengan logistik. Dan utamanya membendung ego sektoral antar instansi atau kelembagaan, “ tutup Ridwan Said.