Skip to content

Bahkan Negara Semaju Amerika Belum Sepenuhnya Menerima Otomatisasi Peralatan Pelabuhan

Gambar: gantry crane semi-otomatis jenis RMGs

Upaya penolakan serikat pekerja pelabuhan AS – International Longshoremen’s Association (ILA) – terhadap otomatisasi peralatan pelabuhan mendapat angin segar dari pemerintah yang baru. Hal tersebut terlihat dari dukungan Presiden Terpilih Donald J. Trump setelah bertemu dengan ILA.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sebagaimana diberitakan worldcargonews.com, dua pimpinan ILA yakni International President Harold J. Daggett dan Executive Vice President Dennis A. Daggett baru saja bertemua dengan Donald Trump di Palm Beach, Florida. Pertemuan tersebut untuk membahas negosiasi serikat pekerja dengan United States Maritime Alliance (USMX) – asosiasi usaha kepelabuhanan AS terkait perjanjian kerja yang sampai saat ini belum disepakati.

Trump menyatakan dukungannya terhadap ILA, khususnya terkait penolakan mereka terhadap otomatisasi, yang telah menjadi isu utama dalam pembicaraan kontrak kerja antara serikat pekerja dan USMX.

Sebagaimana dilaporkan oleh banyak media di AS, negosiasi yang dimulai pada bulan November terpaksa terhenti setelah ILA menyatakan kekhawatiran atas rancangan proposal perjanjian kerja yang diusulkan USMX. Dalam proposal tersebut, USMX memasukan poin tentang otomatisasi dan semi-otomatisasi peralatan pelabuhan.

Secara khusus, ILA menilai bahwa pembicaraan terhambat ketika USMX mengusulkan penggunaan gantry crane semi-otomatis jenis RMGs (rail-mounted gantry cranes).

Pada awal Desember, ILA mengancam akan melakukan pemogokan lagi jika kesepakatan perjanjian kerja yang baru tidak tercapai sebelum 15 Januari. Kekhawatiran akan potensi pemogokan semakin meningkat, terutama di pelabuhan peti kemas AS. Ini sangat mencemaskan mengingat pada January volume barang sedang melonjak.

Otomatisasi Tidak Boleh Merugikan Pekerja

Dalam pernyataannya setelah pertemuan tersebut, Trump menyoroti pentingnya masalah otomatisasi di pelabuhan-pelabuhan AS. “Saya telah mempelajari otomatisasi dan memahami hampir semua hal tentangnya. Namun, jumlah uang yang dihemat tidak sebanding dengan tekanan, luka, dan kerugian yang ditimbulkannya bagi pekerja Amerika, khususnya pekerja pelabuhan kita,” katanya sebagaimana dikutip worldcargonews.com.

Foto: Donald Trump bertemu pimpinan ILA (sumber: facebook ILA)

Presiden ILA, Harold J. Daggett, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Trump. “Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Trump atas dukungannya yang berani bagi pekerja pelabuhan ILA di Amerika. Dia benar-benar memahami ancaman otomatisasi dan semi-otomatisasi yang dapat menghancurkan pekerjaan dan keluarga.”

“Pernyataannya jelas tidak sejalan dengan keninginan perusahan pelayaran (asing) yang mendorong otomatisasi peralatan di pelabuhan-pelabuhan Amerika. Mereka (pelayaran) akan mendapatkan keuntungan miliaran dolar, sementara kami pekerja pelabuhan akan kehilangan pendapatan,” lanjut Harold

Hal senada disampaikan Dennis A. Daggett. Menurutnya, penggunaan peralatan otomatis juga menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional, terutama dengan adanya potensi ancaman siber. ILA menyatakan bahwa Trump telah mengangkat masalah ini sebagai isu yang sangat memprihatinkan.

“Saya berharap dukungan kuat dari Presiden Trump ini akan mendorong USMX untuk menghapus semua referensi mengenai peralatan otomatis atau semi-otomatis dalam proposal mereka ke depannya. Dengan demikian, kita bisa mencapai kesepakatan,” kata Harold Daggett.

Namun, tampaknya kebuntuan antara kedua belah pihak tidak akan segera teratasi. USMX tetap bersikeras bahwa “modernisasi dan investasi dalam teknologi baru” harus menjadi prioritas utama dalam perundingan dengan ILA. Para pengusaha berpendapat bahwa agar pelabuhan-pelabuhan AS dapat berkembang dan meningkatkan efisiensi, mereka perlu “mengadopsi teknologi modern.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Karena terbatasnya lahan baru di sebagian besar pelabuhan, satu-satunya cara bagi pelabuhan-pelabuhan di East dan Gulf Coast agar bisa menangani lebih banyak volume adalah dengan efisiensi terminal, yang memungkinkan pergerakan lebih banyak kargo melalui lokasi yang ada. Ini telah terbukti efektif dan dapat menguntungkan baik bagi anggota USMX maupun ILA,” ujar USMX dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan awal Desember.