Kinerja kapal tanker dan curah kering diproyeksikan tetap solid pada tahun 2025. Kapal tanker diperkirakan akan mencatat laba di atas rata-rata, didukung oleh permintaan ton-mil yang tinggi.
Namun, sektor pengiriman peti kemas global kemungkinan akan menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan dan berkurangnya gangguan di Laut Merah, menurut Fitch Ratings.
Permintaan Kapal Tanker dan Curah Kering Tetap Positif
Fitch Ratings memperkirakan bahwa permintaan untuk kapal tanker minyak dan curah kering akan terus tumbuh pada tahun 2025, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan tahun 2024. Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan permintaan minyak akan meningkat sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2025.
Pertumbuhan ini sebagian besar akan dipenuhi oleh peningkatan pasokan dari luar OPEC+. Selain itu, ekspor minyak dari Rusia akan mendorong peningkatan ton-mil, mendukung permintaan secara keseluruhan. Namun, peredaan ketegangan geopolitik dan gangguan di Laut Merah dapat memengaruhi pertumbuhan permintaan.
Pada sektor curah kering, Fitch Ratings memperkirakan volume akan meningkat sekitar 1% pada tahun 2025, melambat dibandingkan pertumbuhan 2,7% pada tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya permintaan global untuk bijih besi dan batu bara serta ketegangan perdagangan. Meskipun demikian, ekspor biji-bijian diperkirakan akan terus memberikan kontribusi positif. Tarif pengiriman di segmen curah kering diproyeksikan tetap stabil pada tahun 2025, menyusul beberapa perbaikan pada tahun 2024.
Sektor Peti Kemas Menghadapi Tantangan Pasokan Berlebih
Di sektor peti kemas, Fitch Ratings memproyeksikan volume transportasi akan meningkat sekitar 3% pada tahun 2025. Namun, pertumbuhan ini tidak sebanding dengan peningkatan pasokan kapal sebesar 5%.
Order kapal baru yang mencapai 26% dari armada yang ada mencerminkan permintaan berkelanjutan untuk mengganti kapal tua dan memenuhi target pengurangan emisi dengan teknologi multi-bahan bakar.

Sementara itu, kecepatan rata-rata pelayaran yang meningkat pada tahun 2024 akibat gangguan di Laut Merah diperkirakan akan melambat pada tahun 2025, memberikan ruang untuk menyerap kapasitas tambahan.
Fitch Ratings juga memprediksi tarif pengiriman peti kemas akan terus menurun pada tahun 2025. Tarif sempat meningkat pada awal tahun 2024 karena gangguan di Laut Merah yang memaksa pelayaran melalui Tanjung Harapan. Namun, sejak Agustus, tarif mulai menurun, dan tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2025 karena supply kapal baru melebihi tingkat penyerapan kapasitas.
Meskipun penurunan tarif ini akan menekan profitabilitas industri, pendapatan kontrak jangka pendek (sebagian besar berdurasi kurang dari satu tahun) diproyeksikan dapat mengurangi dampak penurunan tarif spot.
Perbaikan yang lebih cepat dari gangguan Laut Merah dapat mempercepat penurunan tarif spot, memberikan tekanan tambahan pada kinerja pengiriman peti kemas. Namun, fleksibilitas dalam kecepatan pelayaran serta strategi efisiensi lainnya dapat membantu industri mengelola tantangan ini.

