Skip to content

Melalui Logistic Skill Contest 2025, TMMIN Uji Kompetensi Mitra Logistik Termasuk Aplikasi Tehnologi AI

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), bagian dari grup usaha Toyota Indonesia, menyadari pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dalam menghadapi dinamika industri otomotif nasional, termasuk revolusi Industri 4.0 dan tantangan dekarbonisasi menuju Net Zero Emission. Penguasaan teknologi dan keterampilan tinggi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing di era transformasi digital saat ini.

Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), TMMIN secara konsisten mendorong terciptanya masa depan yang lebih hijau dan efisien.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Logistics Skill Contest, sebagai bagian dari kontribusi terhadap rantai pasok logistik berkelanjutan, yang menekankan aspek keselamatan, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap target netralitas karbon melalui konsep Green Logistics.

TMMIN Logistic Skill Contest tahun 2025, yang memasuki penyelenggaraan yang ke-14, mengusung semangat “Level Up Vendor to Achieve Asia Pacific Standard & Share Toyota Contribution to The Nation”, diselenggarakan untuk memperkuat dan meningkatkan kompetensi para mitra logistik dalam mencapai ketangguhan rantai pasok yang mampu  berkontribusi dalam skala nasional.

“Logistik memegang peranan penting terhadap kelancaran supply chain (rantai pasok), dan di tengah tingkat persaingan produsen otomotif nasional saat ini yang semakin ketat, logistik berperan besar untuk meningkatkan competitiveness (daya saing) dalam segala aspek, yaitu Safety, Quality, Delivery, dan Cost,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, dalam acara Awarding Logistic Skill Contest di TMMIN Karawang Plant 3, pada Sabtu (21/6).

Ia juga menyatakan harapannya agar manajemen vendor dapat terus meningkatkan aktivitas Green Logistics yang saat ini sudah mulai dijalankan, seperti Eco Driving Management, Eco Driving Behaviour, dan Truck Preventive Management. 

“Aktivitas tersebut tidak hanya menurunkan emisi CO2, tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan, yang secara keseluruhan akan mendukung peningkatan daya saing perusahaan” tambah Nandi.

TMMIN Logistic Skill Contest 2025 diikuti oleh 31 mitra logistik TMMIN yang berperan penting dalam menjalankan operasional harian, termasuk didalamnya pengelolaan dan pengiriman barang.

Saat ini, total operasional perjalanan di TMMIN mencapai 1.195 trip per hari, yang terdiri dari 1.066 trip oleh 9 Logistic Partner- Milkrun (LP), 83 trip oleh 14 Trucking Company-Container (TC), dan 28 trip oleh 5 Car Carrier (CC). 

Penerapan eco-driving menjadi kunci efisiensi untuk meminimalkan jejak karbon dari aktivitas tersebut. Karenanya, sejak awal penyelenggaraan skill contest, TMMIN telah memprioritaskan peningkatan kompetensi mitra logistik,  tidak terkecuali para driver sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan.

Kelancaran Produksi dan Keselamatan Berkendara

Tahun ini, 1.155 peserta dari 30 perusahaan turut berpartisipasi dalam ajang TMMIN Logistic Skill Contest 2025. Kategori yang diperlombakan dalam Individual Skill Appreciation mencakup Forklift Contest, Driving Contest, Container Yard Operation Contest, Master Trainer Contest, Manager Kaizen Contest dan Best Operation Management.

Tidak hanya itu tahun ini “Master Tenko” menjadi kategori baru, dimana penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian total baik secara individu maupun manajerial terkait implementasi sistem manajemen kesiapan kerja baik fisik dan mental.

Selain peningkatan kecakapan pengemudi dalam berkendara secara aman, saat ini operasional logistik TMMIN telah mengimplementasikan sistem aplikasi digital yang diinisiasi oleh TMMIN untuk memantau dan mencegah kecelakaan. Sistem ini bekerja untuk memantau kondisi kesehatan baik fisik maupun psikis pengemudi secara real-time guna menentukan kelayakan pengemudi untuk menjalankan tugas. 

TMMIN juga akan terus melakukan ekspansi sistem dengan menambahkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelegence (AI) yang mampu mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau kurangnya fokus saat mengemudi. Selain itu, sistem pemantauan perilaku berkendara berbasis Global Positioning System (GPS) juga akan diterapkan untuk mendukung praktik eco-driving, sekaligus melacak jejak karbon yang dihasilkan dari setiap perjalanan. 

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

TMMIN berharap para mitra logistik dapat mengimplementasikan pemanfaatan teknologi dengan baik agar perusahaan dan rantai pasoknya dapat terus menjadi industri yang relevan dan berkelanjutan. Tak hanya berperan sebagai katalisator dalam ekosistem otomotif nasional yang menjunjung tinggi keselamatan berkendara dan mendukung netralistas karbon, TMMIN dan rantai pasoknya juga dapat mewujdukan visinya  menjadi “National Supply Chain Role Model & The Best Logistic Operation in Asia Pasific” .