Skip to content

Gebyar Domino INSA Jaya: Rajut Persaudaraan Masyarakat Pelayaran

Suasana Minggu pagi (7/9/2025) di Gelanggang Olahraga (GOR) Sunter, Jakarta Utara, berbeda dari biasanya. Alih-alih suara peluit atau derap sepatu olahraga, yang terdengar justru suara denting kartu domino yang beradu di atas meja, diselingi tawa, sorak sorai, dan gumam strategi.

Sebanyak 250 pasang peserta, dari perusahaan pelayaran, Pelindo Grup, instansi pemerintah di pelabuhan seperti KSOP, Karantina, Imigrasi srta komunitas pecinta domino, berkumpul dalam satu ruangan besar. Mereka tidak sedang mengikuti rapat kerja tahunan atau seminar industri maritim, melainkan sebuah Turnamen Domino yang digelar oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) Jaya, dalam rangka memperingati HUT ke-58 INSA dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Turnamen itu menjadi ajang yang tak biasa di tengah hiruk-pikuk dunia pelayaran yang selama ini identik dengan urusan kapal, logistik, dan pelabuhan. Di meja domino, para profesional itu saling berhadapan, bertukar taktik dan ekspresi penuh konsentrasi.

“Ini bukan sekadar permainan,” ujar H. Andi Patonangi, Ketua DPC INSA Jaya, dalam sambutannya. “Domino bisa menjadi sarana silaturahmi, mempererat hubungan kerja, sekaligus melatih strategi dan kesabaran.”

Andi menyebut, kegiatan ini diinisiasi bukan hanya sebagai perayaan ulang tahun organisasi, melainkan juga untuk menciptakan suasana yang lebih cair di lingkungan kerja dan komunitas pelayaran. “Kita ingin membangun semangat kebersamaan di antara insan pelabuhan,” tambahnya.

Dari Laut ke Meja Permainan

Turnamen yang digelar sehari penuh itu menggunakan sistem gugur. Setiap babak menyisihkan pasangan demi pasangan hingga akhirnya tersisa mereka yang terbaik. Tak sedikit peserta yang datang sejak pagi buta, membawa semangat layaknya mengikuti kejuaraan profesional.

“Biasanya hanya main domino di warung kopi. Sekarang harus serius, lawan-lawannya berat-berat,” ujar Asep, peserta dari komunitas pecinta domino yang datang bersama tiga rekannya.

Panasnya persaingan justru menjadi daya tarik tersendiri. Di antara deretan meja yang berjejer rapi, terlihat wajah-wajah tegang namun tetap akrab. Beberapa pasangan tampak berbisik pelan, menyusun strategi, sementara lainnya memilih bermain spontan dan cepat.

“Di permainan ini, kita bisa lihat siapa yang punya insting tajam dan daya ingat kuat,” kata Pahala Sianturi, Ketua Panitia Turnamen. Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini membuktikan bahwa domino bukan sekadar hiburan, melainkan juga permainan yang menantang kecerdasan.

Pahala berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan. “Biar makin banyak yang berlatih dan berkembang. Siapa tahu, kelak bisa ada liga domino di kalangan pelayaran,” ujarnya, separuh bergurau.

Dibuka KSOP Tanjung Priok

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan (P2), Kurniawan, membuka kegiatan dengan pesan singkat namun bermakna.

“Selamat bertanding. Semoga turnamen ini jadi ruang silaturahmi yang memperkuat suasana kondusif di lingkungan usaha dan masyarakat,” ucapnya saat membuka acara. Kurniawan mewakili Kepala KSOP Tanjung Priok untuk membuka acara tersebut.

Selain itu, hadir pula EGM Pelabuhan Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, serta Hasan Basri Umar, tokoh masyarakat Jakarta yang juga mantan anggota DPRD. Keduanya mengapresiasi gelaran ini sebagai bentuk kreativitas komunitas pelayaran dalam merayakan kemerdekaan dan ulang tahun organisasi.

Menyatukan yang Terpisah

Di balik permainan yang terlihat santai, ada semangat besar untuk menyatukan banyak elemen industri pelayaran yang selama ini bekerja di ruang dan konteks berbeda. “Kita ini sehari-hari mungkin jarang saling tatap muka, padahal bekerja di lingkup yang sama,” kata Fauzi, peserta dari KSOP Utama Tanjung Priok.

Rekannya, Ucok Aritonang, menambahkan bahwa turnamen semacam ini membuat mereka lebih mengenal kolega lintas instansi. “Kadang obrolan penting justru muncul di sela-sela pertandingan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Indra dan Yoni dari KSOP Kepulauan Seribu berharap kegiatan seperti ini bisa digelar rutin. “Kalau bisa tiap tahun. Biar yang muda-muda juga semangat ikut, dan ada pembinaan juga bagi pemula,” kata mereka.

Di akhir acara, beberapa pasangan peserta menenteng piala dan hadiah. Namun yang lebih terasa dari suasana hari itu bukan soal siapa menang atau kalah, melainkan semangat kebersamaan yang terbangun. Ada tawa, pelukan hangat, dan janji untuk bertemu di turnamen tahun depan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Turnamen domino ini menjadi bukti bahwa dunia pelayaran tak hanya diwarnai urusan bisnis dan logistik, tapi juga punya ruang untuk hiburan, kreativitas, bahkan nasionalisme. Di tengah tantangan dunia maritim, ada baiknya sesekali menepi dan duduk bersama—meski hanya untuk mengatur kartu, membaca gerak lawan, dan tersenyum di atas meja permainan.