Skip to content

Pengukuhan Ahli Keselamatan & Keamanan Maritime Indonesia

Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritime Indonesia (AKKMI) ingin berperan meningkatkan keselamatan dan keamanan maritim nasional

AKKMI nantinya secara aktif akan memberikan masukan kepada pemerintah/  Kementrian Perhubungan misalnya membenahi  peraturan yang masih tumpang tindih,  sehingga penanganan  dan tanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan   bidang maritim menjadi lebih fokus.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Hal itu diungkapkan Ketum AKKMI Mochamad Sjato Moertaji usai pengukuhan  Pengurus Harian oleh Dewan Pertimbangan (pembina & pengawas) AKMMI di Jakarta, Senin (25/2/2919).

Sjato memberikan contoh, kebakaran  kapal nelayan di Pelabuhan Muara Baru belum.lama ini terlihat tidak jelas   siapa yang paling  bertanggungjawab. Apakah Syahbandar Pelabuhan Perikanan (KKP)  atau KSOP  aparat Perhubungan, ujar Sjato.

Itu hanya contoh, masih banyak aturan menyangkut kemaritiman tumpang tindih  yang berdampak kurang efektif bagi peningkatan keamanan dan keselamatan bidang kemaritiman, tegas Sjato.

Sementara Dewan Pertimbangan  AKKMI Soleman B. Ponto nengatakan peran  AKKMI sangat penting untuk  ikut bersama pemerintah meningkatkan keselamatan bidang maritim.

Sebab, Indonesia yang memiliki 17.500 pulau dengan  banyak kegiatan pelayaran masih sering menghadapi musibah kecelakaan.

Sekjen AKKMI Achmad Ridwan mengatakan pada 2 Mei 2019, AKKMI akan menggelar seminar di Jakarta dengan topik  Keselamatan dan Keamanan Maritim.

Pengurus perkumpulan  AKKMI terdiri dari lima orang Dewan Pertimbangan antara lain H Rismawan, Soleman B Ponto dan 14 Dewan Pengurus Harian antara lain Ketua Capt Mochamad  Sjato Moertaji, Sekjen Achmad Ridwan dan Bendahara Achmad Salim Rasjid.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Pengurus AKKMi  terdiri dari berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti hukum pelayaran dan lain lain.