Melalui layanan keagenan kapal (shipping agency), PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) sukses mendukung operasional kapal pesiar (cruise ship) MV Odyssey selama berada di Indonesia.
MV Odyssey yang berukuran 24.344 Gross Tonnage (GT) dengan panjang (LoA) 194 meter dan dengan 274 penumpang, pertama kali memasuki wilayah Indonesia melalui Pulau Komodo (NTT) pada 25 April 2026, setelah berlayar dari Dili, Timor-Leste.

Selama pelayarannya di Indonesia, MV Odyssey yang berbendera Bahamas, menyinggahi sejumlah pelabuhan, yaitu Benoa (Denpasar), Tanjung Perak (Surabaya), dan Tanjung Mas (Semarang).
Untuk mendukung kelancaran operasional kapal, PELNI memberikan layanan full port agency yang mencakup: 1) pengurusan dokumen kapal bersama instansi terkait, 2) penyediaan paket wisata di Pulau Komodo, serta, 3) layanan shuttle bus bagi penumpang di Surabaya dan Semarang.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyatakan bahwa dukungan PELNI terhadap cruise ship MV Odyssey memperkuat peran PELNI dalam mendukung industri pariwisata bahari nasional sekaligus menjadi bukti kesiapan PELNI dalam memberikan layanan shipping agency yang profesional bagi kapal-kapal nasional maupun internasional, khususnya cruiser.
Selain layanan operasional kapal, PELNI juga berkolaborasi dengan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) dalam penanganan pembuangan greywater dari MV Odyssey sebanyak 400 ton di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional kapal yang sesuai dengan standar layanan dan pengelolaan lingkungan di pelabuhan.

“Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus memperkuat layanan full port agency dan layanan logistik serta operasional kapal internasional di berbagai pelabuhan Indonesia. Kami siap menjadi mitra strategis bagi industri kapal pesiar untuk mendukung target pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian nasional,” tambah Ditto.
PELNI akan terus mengembangkan layanan agency yang profesional dan efisien, guna memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang semakin kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

