PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HIS/Perseroan), emiten penyedia layanan logistik dan transportasi laut terkemuka di Indonesia, terus menunjukkan ketahanan fundamental di tengah dinamika industri maritim yang penuh tantangan.
Sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang, Perseroan berfokus memperkuat efisiensi operasional guna menghadapi berbagai tantangan makroekonomi maupun domestik.
Kinerja Perseroan
Sepanjang tahun buku, Perseroan mencatatkan penyesuaian skala operasional secara terukur seiring dengan dinamika pasar global dan faktor eksternal:
- Pendapatan Neto: Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp880,58 miliar, menyesuaikan dari capaian tahun sebelumnya seiring dinamika industri dan penyesuaian volume muatan.
- Laba Bersih: Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp87,12 miliar.
- Volume Angkutan: Total kargo yang berhasil diangkut oleh armada perseroan mencapai 10,57 juta metrik ton (MT), dengan komoditas batu bara masih menjadi kontributor utama, di samping komoditas nonbatu bara seperti gypsum dan batu split.
- Penguatan Armada & Aset: Total aset perusahaan mengalami pertumbuhan signifikan hingga mencapai Rp1,53 triliun. Hal ini didukung oleh langkah strategis penambahan armada baru, menjadikan total operasional mencapai 24 set kapal tunda (tugboat) dan tongkang (barge), guna menjaga keandalan layanan kepada para pelanggan.
Dampak Eksistensi Perseroan
Keberadaan dan ekspansi bisnis Perseroan memberikan multiplier effect yang krusial bagi perekonomian nasional, khususnya di sektor logistik domestik :
- Mendukung Kelancaran Rantai Pasok Komoditas
Melalui layanan transportasi sungai dan laut, HIS berperan dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas dari wilayah produksi menuju titik bongkar, kawasan industri, maupun titik transshipment. Keandalan layanan pengangkutan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan rantai logistik komoditas di Indonesia. - Mendukung Aktivitas Ekonomi dan Ekosistem Maritim Daerah
Aktivitas operasional HIS, khususnya di Kalimantan dan berbagai jalur pelayaran nasional, turut melibatkan tenaga kerja serta berbagai sektor pendukung dalam ekosistem maritim, mulai dari operasional pelayaran, pemeliharaan armada, hingga jasa pendukung lainnya. Kehadiran aktivitas tersebut turut mendukung perputaran ekonomi di wilayah operasional perusahaan. - Memberikan Nilai Tambah bagi Pemangku Kepentingan
Sebagai perusahaan terbuka, HIS menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan tata kelola, kepatuhan, serta keberlanjutan bisnis. Pertumbuhan perusahaan diharapkan dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, karyawan, mitra usaha, pemerintah, serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Tantangan Utama
Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan tidak terlepas dari sejumlah tantangan struktural dan eksternal yang dihadapi industri logistik maritim di Indonesia :
- Volatilitas Pasar Global dan Geopolitik: Ketidakpastian ekonomi global serta dinamika geopolitik berpengaruh langsung terhadap fluktuasi permintaan komoditas dan tarif angkut pelayaran.
- Faktor Cuaca Ekstrem: Sebagai perusahaan yang beroperasi di alur sungai dan laut (terutama segmen transshipment perairan terbuka), kondisi cuaca ekstrem kerap menjadi hambatan operasional yang memengaruhi tingkat utilisasi armada.
- Fluktuasi Biaya Operasional: Tekanan biaya bahan bakar (bunker) serta suku cadang pemeliharaan armada menuntut kehati-hatian tingkat tinggi dalam pengelolaan kas perusahaan.
Strategis Menghadapi Tantangan
Guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan memitigasi risiko jangka panjang, manajemen Perseroan mengimplementasikan sejumlah langkah strategis yang terarah:
- Optimalisasi Utilitas Armada dan Disiplin Biaya: Fokus dialihkan pada peningkatan efisiensi operasional internal, memastikan arus kas tetap sehat, serta menjaga kualitas pendapatan di tengah ketidakpastian pasar.
- Pengembangan Infrastruktur Integrasi Vertikal: Melalui entitas anak usaha, HIS mengembangkan proyek strategis berupa fasilitas muat terapung (floating loading facility / FLF). Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat layanan terintegrasi dari pelabuhan muat (port of loading) hingga proses transshipment, sehingga tercipta layanan integrated marine logistics yang kuat. Progress pengembangan FLF telah mencapai 75,25% hingga Juni 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
- Penerapan Standar Keselamatan Maritim: Memperketat penerapan protokol keselamatan pelayaran dan manajemen risiko berbasis teknologi guna meminimalkan potensi gangguan operasional akibat faktor cuaca.
- Diversifikasi Komoditas: Mengurangi ketergantungan penuh pada satu jenis komoditas dengan membuka peluang pengangkutan muatan alternatif guna memperluas pangsa pasar domestik maupun regional di Asia.
Dengan fondasi keuangan yang kokoh serta strategi adaptif yang berfokus pada efisiensi dan transformasi digital layanan, HIS optimis mampu melalui fase penyesuaian pasar dan terus bertumbuh secara berkelanjutan di masa depan.

