Skip to content

Berkat Kerja Sama Maspion – Dubai Port, Gresik Akan Miliki Container Port Besar

Setelah berakhir konsesinya dengan Pelindo III di Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS) pada bulan April 2019, Dubai Port World (DPW), salah satu operator pelabuhan global terkemuka, tidak langsung pergi begitu saja dari Indonesia. Minatnya untuk tetap berinvestasi dan mengembangkan bisnis di sektor kepelabuhanan di Indonesia tetap ada.

Operator pelabuhan milik Uni Emirat Arab (UEA) ini dilaporkan tidak pindah jauh dari Surabaya, hanya menggeser ke Gresik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia (rata-rata di atas 5% sebelum merebaknya pandemic covid-19) tentu menjadi sesuatu yang sangat prospektif. Apalagi, prospek ekonomi dan trend pertumbuhan throughput peti kemas di Jawa Timur, khususnya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, sangat menjanjikan. Pada tahun 2018 saja, throughput Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sudah mencapai sekitar 4 juta TEUS.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Bak gayung bersambut, dengan kekuatan investasi serta pengalaman DPW dalam pengoperasian Pelabuhan, PT Maspion tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Maspion akan menggandeng DPW dalam membangun dan mengoperasikan pelabuhan di kawasan industri Maspion, Gresik, Jawa Timur. Dengan investasi sebesar USD 1,2 miliar atau setara Rp 16,8 triliun, Pelabuhan ini nantinya diperkirakan bisa menangani container hingga 3 juta TEUS/tahun.

MoU kerja sama antara Maspion dengan Dubai Port World bahkan disaksikan langsung oleh pemimpin tertinggi dua negara pada tahun lalu (2019). Bertempat di Istana Bogor thaun lalu (24 Juli, 2019), kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan.

Penadatanganan kesepakatan Maspion – Dubai Port

PT Maspion dan DP World Asia bekerja sama dalam hal membangun pengembangan dan pengoperasian terminal peti kemas di Kawasan Industri Maspion yang terletak di Manyar Gresik. Oleh karenanya, kerjasama ini diyakini dapat memperkuat sektor ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Di dalam kerjasama ini, DP World Asia siap membantu cost sharing kepemilikan 49 persen dengan nilai investasi USD1,2 Miliar dan 3 juta TEUS kapasitas. Sekaligus, menggunakan tenaga listrik dalam operasinya untuk membantu mengurangi emisi karbon.

Terminal petikemas tersebut terintegrasi dengan taman logistik sehingga memberikan pengaruh penting sebagai gerbang pedagangan yang ada di Jawa Timur. Sekaligus, menjadikan langkah baru dalam ekspansi yang berkelanjutan.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan simbiosis mutualisme dengan keberadaan Terminal Peti Kemas dan menyediakan basis logistik kelas dunia dan terkemuka di Jawa Timur. Serta, berperan sebagai gerbang utama bagi perkembangan ekonomi di Indonesia bagian Timur.

DP World memproyeksikan pencapaian throughput 8 – 9 juta TEUS pada tahun 2034. Chairman dan CEO dari DP World Group, dan Chairman dari Ports, Customs & Free Zone Corporation Sultan Ahmed Bin Sulayem menjelaskan bahwa kemitraan ini menjadikan tambahan untuk portofolio global dan langkah baru dalam ekspansi yang berkelanjutan.

Alim Markus: “Operasi komersial direncanakan pada paruh pertama 2022”

“Kerjasama ini akan menjadi komitmen kami berkelanjutan antara UEA dan Indonesia, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dunia dan dapat membina hubungan yang lebih baik lagi,” harap Sultan Ahmed sebagaimana ditulis dalam rilis terkait kerja sama tersebut.

Bos Maspion Group, Alim Markus mengatakan bahwa proyek ini diharapkan mulai dikerjakan akhir tahun ini dan operasi komersial sedang direncanakan untuk paruh pertama tahun 2022.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Harijanto, Penulis merupakan Direktur Eksekutif HMPM