Pengusaha angkutan barang menolak rencana Kemenhub akan menambah jam larangan operasi angkutan barang dan perluasan ganjil genap di Tol Jakarta -Cilampek.
Hal itu diungkapkan Ketum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan didampingi Wakil Ketua Kyatmaja Lookman kepada Indonesia Shiping Gazette, Rabu (21/11/2018).
Tarigan mengatakan dalam rapat koordinasi di Bekasi kemarin, Kemenhub berencana akan mengubah pembatasan jam operasi truk yang sebelumnya berlaku pk 06.00- pk 09.00 diperpanjang memjadi pk 05.00 sampai pk 10.00.
Selain itu.akan menambah area pemberlakuan ganjil genap dari pk 05.00 – 10.00 hingga di gerbang tol Tambun.
Kemenhub juga akan memasang timbangan WIM ( Weight In Motion) di lajur utama tol untuk menertibkan Over Dimensi /Over Load (ODOL).
Bila ditemukan kendaraan kelebihan muatan akan diturunkan dan kendaraan dikeluarkan di pintu tol terdekat dengan biaya ditanggung oleh operator truk/pemilik barang.
Tarigan mempertanyakan penamenambahan jam larangan operasi truk pertimbangannya apa ? tidak jelas apa yang ingin dicapai.
Mestinya, tambah Tarigan, evaluasi dulu kebijakan selama ini. Karena pembatasan operasional truk hanya salah satu kebijakan.
Hasil evaluasi ganjil- genap kendaraan pribadi gimana? evaluasi hov line (bis tanpa hambatan) mana? pembatasan operasional truk hasil evaluasinya gimana efektif gak?
“Kita kecewa serangkaian kebijakan belum divaluasi langsung mengorbankan jam operasional truk. “Padahal truk itu fungsinya sangat penting untuk kelancaran ekonomi.”
Menurut Kyatmaja yang hadir dalam Rakor itu dia sudah memberikan usulan bahwa kendati jam pembatasan operasi truk ditambah tidak akan mengurangi volume truk di jalur Japek. “Kita sudah tolak rencana tersebut, tapi Menhub namaknya berkeras ingin menambah larangan jam operasi truk,” ujar Kyatmaja.
Kyatmaja menambahkan dengan perpanjangan larangan jam operasi truk sampai 5 jam , dia khawatir antrian truk menunggu jam operasi makin panjang sehingga kemacetan sekitar tol Japek tetap makin parah.
“Jika ditutup sampai 5 jam, antrian di dalam tol akan semakin panjang. Apalagi area parkir di dekat makam Mbah Priok belum dimanfaatkan kendati sudah disediakan Kementrian PUPR.
Data BPS terbaru arus sektor logistik secara keseluruhan mengalami slow down sekarang, kecuali untuk e-Commerce Logistics.(wilam)

