Gurning: Konektivitas Harus Diarahkan untuk Turunkan Biaya Logistik

Kementerian Perhubungan dalam lima tahun belakangan ini telah menjalankan fungsinya lebih progresif dalam peningkatan infrastruktur dan konektivitas moda angkutan laut.

Hal itu diakui Raja Oloan Saut Gurning, Staf Pengajar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya menyambut Hari Maritim Nasional , pada Senin (23/9/2019).

Ke depan, kata Saut, peningkatan konektivitas tadi perlu diarahkan pada realisasi menurunnya biaya logistik lewat laut hingga penurunan harga barang di wilayah tujuan layanan tol laut.

Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Saut Gurning mengatakan konektivitas harus berdampak positif pada petani, nelayan, UKM, BUMD dan masyarakat.

Kebijakan Kemenhub pada moda angkutan laut juga perlu mempertimbangkan aspek fasilitator yang lebih dekat dengan kegiatan pasar dan industri maritim.

Dengan demikian, dampak penyediaan jaringan rute dan jaringan infrastruktur tol laut lewat mekanisme subsidi di angkutan laut dan pelabuhan lebih memberi dampak pada sektor riil. Mulai dari kontinuitas suplai barang, inventori barang hingga kendali harga barang.

Jadi ada korelasi kuat dari aspek konektivitas, aksesibilitas, biaya logistik dan kelancaran serta keseimbangan arus barang, tutur Saut.

Memang tidak semua merupakan domain kemenhub, sehingga perlu dukungan dari kementerian /lembaga( K/L) lain termasuk kepala daerah, entitas dunia usaha baik publik maupun swasta.

Praktisnya, kinerja kementerian mungkin tidak hanya cukup terkait melihat naik-turunnya angka konektivitas namun juga aksesibilitas dan juga utamanya level biaya logistik dan harga barang.

Jadi ada transformasi/lompatan dari hanya terkait fasilitator angkutan menjadi berorientasi kepada fasilitas perdagangan atau kegiatan ekonomi.

Menyinggung PSO, dia mengatakan perlu lebih berorientasi pada dukungan biaya operasi (OPEX) ketimbang CAPEX. Termasuk usaha mendorong kargo balik lewat usaha konsolidasi/ inventori, penyediaan kontainer, integrasi jaringan rute dan manajemen kapal, ujarnya.

Diharapkan kemenhub juga dapat mengeksplorasi potensi dukungan angkutan moda laut untuk perdagangan regional khususnya di sejumlah negara tetangga utamanya di ASEAN melalui proses dukungan stimulasi biaya angkutan laut yang lebih bersaing.

Sehingga lebih mendorong peningkatan potensi bisnis di wilayah perdagangan ke sejumlah negara tetangga, tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *