Kemlu RI Siap Bantu Pemprov NTT untuk Ekspor Produk Unggulan

Kementerian Luar Negeri c.q. Ditjen Asia Pasifik dan Afrika telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi NTT guna membahas isu – isu seputar diplomasi ekonomi pada 4 November 2019. Rombongan Kemlu RI dipimpin oleh Sekretaris Ditjen Aspasaf, Rossy Verona, dan diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Samuel Rebo dan Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Sekda Provinsi NTT,  Dr. Lery Rupidara, dan didampingi oleh wakil dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah, antara lain Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta KADIN NTT. Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Pemasaran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Eximbank Denpasar.

Dalam pertemuan dimaksud, Sesditjen Aspasaf menyampaikan tujuan tatap muka dengan Pemprov NTT yakni untuk menggali sejumlah komoditi lokal di NTT yang memiliki potensi untuk diekspor ke berbagai negara. Rossy menambahkan, Kemlu siap membantu memfasilitasi Pemprov NTT dalam hal penetrasi pasar dan promosi produk unggulan NTT kepada target market melalui berbagai pameran perdagangan, serta melalui Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Pasar di Kawasan Aspasaf sangat potensial dan terbuka bagi produk unggulan NTT.
Selain itu, Rossy juga menyampaikan agar sebuah produk layak diekspor, maka harus memenuhi standar dan aturan perdagangan internasional seperti standar kesehatan, keamanan, keselamatan, penggunaan bahasa Inggris dalam packaging. Untuk meningkatkan daya saing NTT, juga perlu dipastikan agar pengolahan produk ramah lingkungan dan tidak menggunakan tenaga kerja di bawah umur. Selain itu, juga perlu disusun suatu narasi yang membedakan produk unggulan NTT dengan yang lain, something unique dan menonjolkan kearifan lokal di NTT.
Pemprov NTT menanggapi positif itikad baik Kemlu RI dan menyampikan kesediaan untuk terus mendorong pengembangan UMKM serta lebih giat dalam melakukan promosi. Pemprov saat ini tengah mencanangkan program Masyarakat Ekonomi NTT sebagai salah satu upaya menciptakan NTT sebagai provinsi exportir layaknya Jawa Timur dan Bali. Disamping itu, Pemprov NTT juga telah bekerja sama dengan Pemprov NTB dan Bali untuk menyelenggarakan kegitan Sunda Kecil Expo pada 14-17 November 2019 di Kupang, sebagai salah satu strategi promosi potensi daerah.
Karo Ekonomi dan Kerja Sama menambahkan, NTT memiliki sejumlah produk unggulan yang sudah diekspor ke berbagai negara seperti kopi, cokelat, garam, jambu mete, rumput laut, perikanan, dan tenun ikat. Produk – produk ini telah diekspor ke Tiongkok, Argentina, Jepang, Australia, Timor Leste, Singapura, Malaysia, Korsel, dan beberapa negara di Eropa. Selain itu, komoditi unggulan lain yakni daun kelor juga akan diekspor ke Jepang setelah seluruh perizinan ekspor telah rampung.
Kepala Kantor Pemasaran LPEI Denpasar, Muhammad Tito Septiarto, menyampaikan kesediaan LPEI untuk mendorong peningkatan ekspor produk unggulan NTT. Pria yang akrab dipanggil Tito ini menyebutkan bahwa pihaknya siap membantu pembiayaan dan jasa konsultasi ekspor, serta program capacity building kepada para pelaku UMKM di wilayah NTT. Pembiayaan yang akan diberikan adalah dalam bentuk KURBE (Kredit Udaha Rakyat Berorientasi Ekspor).
Sumber: Kemlu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *