AMSA Minta APL dan ANL Penuhi Kewajibannya Sebelum Kapal APL England Dilepas

Otoritas Australia telah menjatuhkan sanksi kepada kapten kapal atas insiden yang terjadi pada Kapal APL England beberapa waktu lalu dan mengatakan pemilik dan operator kapal harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang diakibatkan kerana jatuhnya beberapa kontener di perairan negara tersebut.

Keputusan tersebut diberikan hanya sehari setelah Otoritas Keselamatan Pelayaran Australia AMSA (Australian Maritime Safety Authority) mengumumkan hasil investigasinya. Investigasi AMSA menemukan sejumlah masalah pada kapal APL England seperti lashing yang kurang memadai serta sejumlah karatan pada kapal tersebut. Menurut AMSA, kondisi-kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap insiden ini.

Kapten Kapal diberi sanksi atas kesalahnya yang menyebabkan terjadinya polusi lingkungan atau kerusakan terhadap perairan di Australia. AMSA juga mengincar bagian dari dana asuransi kapal tersebut sebesar AUD22 juta (US$14.8 juta) agar dialokasikan untuk menutupi biaya-biaya pembersihan dari tumpahan container dari kapal tersebut serta biaya atas polusi yang ditimbulkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kapal Container APL England berbendera Singapura dilaporkan kehilangan 40 boks container dan puluhan lainnya mengalami kerusakan setelah kapal tersebut dihantam gelombang laut yang besar di Perairan Australia.

Kecelakaan tersebut terjadi pada tanggal 24 Mei sekitar 73 km di sebelah tenggara Kota Sydney. Kapal sempat oleng untuk beberapa saat karena besarnya hantaman gelombang. Kendati bisa dikendalikan dalam waktu yang cepat, namun hantaman gelombang tersebut tidak bisa menghindari jatuhnya sejumlah kontener ke laut dan beberapa lainnya ambruk dari tumpukannya sehingga menyebabkan kerusakan.

Terdapat 40 kontener jatuh keluar dari kapal, enam jatuh dari tumpukan, dan tiga lainnya dalam posisi tergantung. Di samping itu, kendati tidak jatuh dari tumpukannya, terdapat 74 container dilaporkan dalam kondisi rusak.

Kapal APL England melayani rute Ningbo (China) ke Melbourne (Australia). Kapal yang dibangun pada tahun 2001 tersebut berkapasitas 5,510 TEU.

Kendati tidak merusak lambung kapal, namun saat ini kapal tersebut belum bisa melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuan dan terpaksa berlabuh sementara di Brisbane, sambil menunggu pemeriksaaan dari AMSA sebelum diizinkan untuk berlayar kembali.

“Insiden ini dan yang sebelumnya menjadi peringatan bagi kita tentang peran penting dari kapten kapal untuk memastikan semua kapal yang beroperasi di perairan, khususnya perairan Australia agar dalam kondisi aman sehingga tidak berpotensi merusak lingkungan,” kata General Manager AMSA Allan Schwartz.

Di samping meberikan sanksi kepada kapten kapal, AMSA juga akan mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan APL Singapore sembagai pemilik kapal dan dan ANL sebagai operatornya, Steamship Mutual sebagai pemegang asuransinya, akan bertanggung jawab atas biaya-biaya yang dikeluarkan terhadap insiden tersebut.

“Hingga saat ini, AMSA telah menuntut persyaratan tambahan sesuai dengan kententuan hukum perlindungan atas laut (Protection of the Seas Act) dan meminta pemilik kapal atau operatornya untuk memenuhinya sebelum kapal tersebut dilepas,” kata Schwartz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *