Bisnis Shorebase Menggiurkan, Pelindo Harus Lebih Agresif Tangkap Peluang

Shorebase di Pelabuhan Penajam Banua Taka, Sungai Riko, 7km dari Balikpapan, Kaltim (dok. ASTRA Infra Port – Eastkal)

Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1 dollar AS per barrel pada Senin (6/4/2020). Turunnya harga emas hitam ini seiring penundaan pertemuan OPEC+ yang akan membicarakan mengenai pemangkasan produksi Arab Saudi dan Rusia.

Di tengah turunnya harga minyak mentah dunia, para perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) migas mengeluarkan jurus efisiensi. Salah satunya mulai melirik shorebase management agar kegiatan operasi migas di daerah remote (kerja jarak jauh) bisa lebih mudah diatur logistiknya dari pelabuhan terdekat.

Tren bisnis shorebase bermunculan dimana-mana dari Aceh sampai Papua, dari Pelabuhan I sampai IV, dari BUMN sampai Swasta, semuanya ramai-ramai terjun dalam bisnis ini. Astra, Artha Graha, PGN LNG Indonesia, Eastern Logistics, Lamongan Integrated Shorebase (LIS) dlsb.

Manajemen Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) meninjau fasilitas pelabuhan Sabang yang akan digunakan sebagai shorebase. Pelabuhan I (Pelabuhan Belawan) telah membangun shorebase terminal agar terciptanya konsolidasi kegiatan ‘shorebase’ menjadi lebih tertata dan terpusat pada satu terminal. Pelabuhan II (Pelabuhan Cirebon) sebagai shore base dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Abar – PHE Anggursi. Resources dari PHE Abar – PHE Anggursi ini memiliki potensi yang cukup besar untuk produksi migas Indonesia. Saat ini tiga Blok yang dikelola PHE yaitu OSES, ONWJ dan WMO adalah tiga blok terbesar dalam mensuplai cadangan migas negara. Diharapkan PHE Abar – PHE Anggursi pun menjadi blok yang menjadi backbone migas nasional.

Pelindo III (Terminal Gresik) mengembangkan integrated services shorebase terminal atau terminal pelabuhan dengan sejumlah layanan yang siap mendukung logistik pelaku industri migas.

Shorebase adalah pelabuhan, tempat barang-barang dari luar negeri maupun dari pulau lain. Di mana barang-barang tersebut siap dipakai dalam kegiatan pemboran. Didalam shorebase tersebut terdapat workshop, gudang, office, crane dlsb.

Peranan shorebase sebagai penunjang kegiatan lepas pantai, definisi shorebase dapat beraneka ragam. Shorebase dapat berbentuk pelabuhan, gudang atau lapangan dan dapat juga berbentuk perkantoran.

Seperti shorebase yang dipakai Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) adalah shorebase Gresik dan shorebase Lamongan. Shorebase Gresik digunakan untuk pengiriman crew change dan shorebase Lamongan untuk kargo.

Tarif yang ditetapkan di shorebase biasanya merupakan kontrak antara perusahaan yang bersangkutan dan perusahaan operator shorebase. Kontrak tersebut biasanya dalam jangka tahunan, (satu tahun, dua atau tiga tahunan).

Pada kegiatan hulu migas yaitu kegiatan mulai dari mencari, memproduksi, sampai mengangkut ke kilang dan menjual minyak atau gas, disitulah shorebase diperlukan. Bermula dari kegiatan mencari atau eksplorasi itu saja sudah diperlukan shorebase, karena pada saat itu sudah diperlukan peralatan-peralatan seismik dan segala macam. Hal itu terus berlanjut sampai nanti setelah berproduksi untuk pengangkutan produknya dalam hal ini minyak dan gas bumi.

Peralatan seperti casing, tubing istilahnya Long Lead Item yang membutuhkan waktu yang lama untuk pemesanannya, sehingga perlu perencanaan Supply Chain Management (SCM). Dan SCM ini sangat dekat dengan shorebase sebagai tempat penampungan dan pengiriman. Disitulah pentingnya shorebase dalam suatu proyek eksplorasi.

Selain itu, kendala dalam operasi seperti halnya kebutuhan akan barang-barang untuk maintenance, dapat disediakan di shore base dan dapat diambil jika ada kasus emergency, jadi tidak perlu lagi barang maintenance di ambil dari luar negeri selain waktunya lama juga dapat mempermudah operasi serta menghemat biaya.

Shorebase adalah pelabuhan khusus sehingga memiliki zero waiting time sehingga waktu di pelabuhan hanya terdiri dari 2 komponen yaitu NOT dan ET. ET (efektive time) atau waktu bongkar muat yang digunakan berpatokan pada rata-rata lama box/crane/hour mobile crane yang diguakan yaitu 22 box/crane/hour. Sedangkan NOT diasumsikan memakan waktu 1 jam.

Dalam perhitungan biaya pelabuhan khusus kapal PSV sedikit istimewa karena proses pengiriman barang dilakukan dari shorebase. Shorebase merupakan pelabuhan khusus untuk membantu kegiatan pengeboran lepas pantai. Untuk itu tarif yang diterapkan juga sedikit berbeda dengan pelabuhan-pelabuhan pada umumnya.

Potensi Income Tinggi

Tarif shorebase akan disamakan dengan tarif pelabuhan umum hanya saja ditambah biaya per kedatangan per hari sebesar US$1.000. Bila kita mengasumsikn US$1 adalah Rp.14.500, maka biaya perkedatangan per hari adalah Rp. 14,500,000 ditambahkan dengan biaya umumnya.

Seperti halnya biaya pelabuhan di shorebase Gresik disamakan tarifnya dengan tarif pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Komponen pelayanan kapal juga sama saja yaitu labuh, tambat, pandu dan tunda. Untuk tunda hanya dikenakan pada kapal dengan L>70 m dan untuk layanan pandu diwajibkan pada kapal > 500GT. Sedangkan jasa labuh biasanya sangat jarang digunakan di shorebase Karena rata-rata menggunakan sistem kontrak.

Tujuan dari kapal supply adalah membantu menyokong kebutuhan Offshore Rig dan Offshore Platforms dari dan ke shorebase. Untuk mewujudkan hal tersebut, muatan harus dipindahkan dari kapal ke dermaga ataupun sebaliknya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan itulah yang dikategorikan sebagai biaya bongkar muat.

Biaya bongkar muat ditentukan oleh beberapa faktor, seperti jenis komoditi, jumlah muatan, jenis kapal, dan karakteristik dari terminal atau pelabuhan. Proses bongkar muat kapal di terminal dilakukan oleh perusahaan bongkar muat atau oleh penerima atau pengirim muatan. Dalam permasalahan ini biaya bongkar muat merupakan : 𝐵𝑀=𝑛∗ 𝐶𝑏𝑚+𝑇𝑏𝑚∗𝐶𝑐𝑟 𝑎

Keterangan :

BM = Biaya Bongkar muat (Rupiah)

n = Jumlah muatan yang dibongkar (Ton)

Tbm= waktu bongkar muat (Jam) Konstanta

a= 8, waktu sewa alat bongkar muat (per 8 jam)

Ccr= biaya sewa alat bongkar muat (Rupiah)

Cbm= biaya bongkar-muat per box (Rp)

Tarif bongkar muat di shorebase memiliki sistem tarif yang berbeda dengan tarif bongkar muat di pelabuhan umum. Di shorebase penetapan tarif juga dikenakan biaya sewa alat bongkar muat karena sebagian besar PSV tidak dilengkapi dengan alat bongkar muat sendiri.

Port Cost, pada saat kapal dipelabuhan, biaya-biaya yang dikeluarkan meliputi port dues dan service charges. Port dues adalah biaya yang dikenakan atas penggunaan fasilitas pelabuhan seperti dermaga, tambatan, kolam pelabuhan, dan infrastruktur lainnya yang besarnya tergantung volume dan berat muatan, GRT dan NRT kapal. Service charge meliputi jasa yang dipakai kapal selama dipelabuhan, yaitu jasa pandu dan tunda, jasa labuh, dan jasa tambat.

Idealnya, jika ditinjau dari aspek dunia hulu migas memang mengharapkan supaya shorebase ini ada di suatu tempat yang menjadi kawasan berikat. Agar dapat langsung dari luar negeri ke kawasan tersebut, dimana dikawasan berikat tersebut sudah ada pabean, tax dan segala macam pengurusan perijinan.

Pemerintah melalui SKK Migas terus mendorong agar semua kegiatan operasi migas dijalankan dengan efisien dan efektif, begitu pula dengan solusi shorebase ini. Terutama dari daerah operasi lepas pantai di mana kebutuhan layanan supply base itu cukup tinggi demandnya.

Apalagi saat ini tren kegiatan eksplorasi migas kita tengah mengarah ke Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Papua, bagian barat seperti Pulau Natuna dan Laut Jawa.

Dengan adanya shorebase, biaya logistik akan lebih hemat sebesar 20 persen karena semuanya bermuara pada tujuan efisiensi dan kelancaran dengan pendekatan business to business.

Diharapkan bisnis shorebase dapat ditumbuh kembangkan di Pelabuhan IV, yang mempunyai potensi pendapatan cukup besar khususnya dari ekplorasi pengebiran minyak lepas pantai antara lain Blok Masela dan Blok Selaru (Cekungan Aru-Tanimbar) dan Blok Arafura Selatan. Kemudian Pelabuhan II, adanya ekplorasi minyak di kepulauan Natuna, dimana pada tahun ini Pelindo II mentargetkan PT. PTP menjadi pemenang tender shore base di Kepulauan Natuna tersebut.

Harijanto
Direktur Eksekutif HMPM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *