Pelabuhan China akan menutup tahun ini dengan pertumbuhan positif pada throughput peti kemas. Secara khusus, dari Januari hingga November 2020, volume kargo pelabuhan di Tiongkok sejumlah 241,7 juta TEU. Angka tersebut berarti pertumbuhan 0,8% tahun ke tahun. Pencapaian pertumbuhan tersebut sangat penting mengingat kondisi pasar global yang terdampak pandemi Covid-19.
Dalam hitungan ton, Pelabuhan China menangani 13,249 miliar ton yang berarti peningkatan sebesar 4,7% tahun ke tahun.
Delapan pelabuhan utama di negara itu, kecuali Dalian dan Shanghai, mencatatkan peningkatan angka volume kargo dalam hitungan TEU. Pelabuhan Tianjin di China Utara mencatatkan pertumbuhan terbesar dengan peningkatan throughput peti kemas yang signifikan, yaitu sebesar 6,1%.
Join Grup Telegram: https://t.me/shippinglogistics
Dilansir dari Kementerian Transportasi Republik Rakyat China, Pelabuhan Dalian mengalami penurunan hampir 40% dalam volume peti kemasnya. Hal ini disebabkan oleh fokus pelabuhan dalam mengubah model bisnisnya dan karena keuntungannya tidak bergantung pada bisnis peti kemas. Hal ini dijelaskan oleh Xiaowei Xu, peneliti industri pengiriman peti kemas dari Ningbo Shipping Exchange.

Dalam hal tarif angkutan peti kemas, nilai rata-rata indeks Pengangkutan Kontainer Ningbo (NCFI) pada bulan Desember mencapai 2007,5 poin atau meningkat 31,2% dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut laporan NSE, penundaan jadwal pelayaran di rute Ningbo-Amerika Utara karena kemampatan di kompleks Pelabuhan San Pedro Bay, Los Angeles dan Pelabuhan Long Beach berakibat serius pada bulan lalu. Oleh karena itu, beberapa layanan dipaksa untuk digabungkan oleh operator dan kapasitas keseluruhan dikurangi.
Kemampatan dan penundaan jadwal yang berdampak serius ini telah menjadi hal yang biasa dalam bisnis saat ini, dilansir dari Container News.
Sumber Foto Utama: Marine Insight – Pelabuhan Shanghai

