Hutchison Ingatkan Potensi Merosotnya Bisnis Shipping Tahun 2020

Trend penurunan volume cargo diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun ini, karena sejumlah faktor,
termasuk efek perang dagang AS-Cina, wabah coronavirus, dan penerapan aturan IMO terkait kewajiban penggunaan bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah.

Demikian disampaikan Hutchison Ports Holdings Trust (HPHT), operator terminal peti kemas terbesar di dunia yang mengelola kurang lebih 50 terminal peti kemas.

HPHT melaporkan trend penurunan kargo di seluruh pelabuhan Hong Kong sudah mulai terasa sejak akhir tahun 2019. Perusahaan ini mewanti-wanti trend ini akan berlanjut tahun ini. Disamping efek perang dagang yang masih berlanjut, wabah coronavirus, dan pembatasan sulfur cap bisa mempengaruhi arus pada tahun 2020.

Situasi ini tercermin juga dari kinerja keuangan perusahaan tersebut pada tahun lalu. Kendati tetap membujukan laba, namun pendapatannya turun dari tahun sebelumnya. Tahun 2019, HPHT membukukan laba bersih senilai HKD 528,2 juta (USD 68 juta). Namun total pendapatan turun sebesar 3,1 persen menjadi HKD 11,12 miliar dari HKD 11,48 miliar pada 2018.

Dilansir dari Sea News, sumber terpercaya mengumumkan pendapatan pada kuartal keempat yang berakhir 31 Desember 2019, sebesar HKD2, 66 miliar, turun 11 persen dari periode yang sama pada tahun 2018 yang bernilai HKD2, 99 miliar. Hal ini disebabkan karena penurunan throughput kontainer di semua terminalnya di Kwai Tsing di Hong Kong.

Dalam laporan keuangannya, outbond cargo ke Amerika Serikat menurun pada Q4 2019. Hal ini disebabkan perang dagang antara AS-China, padahal daratan china menyumbang pendapatan lebih dari dua pertiga. Volume kargo di Yantian International Container Terminal yang berlokasi di Yantian dan Shenzhen di China lebih rendah 9,2 persen dibandingkan dengan Q4 pada tahun 2018.

Lingkungan bisnis yang tidak mendukung juga didapatkan dari adanya potensi gangguan rantai pasokan dan perdagangan global, ketika China menghentikan kegiatan bisnis untuk memerangi wabah mematikan virus corona.

Ketidakpastian perdagangan global, diperburuk oleh kenaikan biaya terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan bahan bakar rendah sulfur baru yang berlaku mulai 1 Januari 2020. Hal ini menciptakan lingkungan operasional yang tidak menguntungkan untuk shipping line.

Sementara konsolidasi lebih lanjut kepemilikan dalam industri perkapalan mungkin terbatas, meningkatkan koordinasi di antara anggota aliansi untuk mengoptimalkan armada dan kapasitas, dan penyebaran kapal-kapal besar yang sedang beroperasi untuk mendorong efisiensi biaya diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *