Impor AS dari Asia Diprediksi Mulai Naik Pada Agustus

Kendati lebih baik dari prediksi, nilai impor Amerika Serikat (AS) dari Asia selama 5 bulan pertama tahun ini turun cukup drastis, dengan tingkat penurunan bulanan yang variatif dan fluktuatif. Menurut federasi pedagang retail AS (National Retail Federation) sebagaimana ditulis Global Port Tracker, penurunan masih akan berlanjut hingga bulan Juli.

Menurut NRF, impor akan kembali menggeliat dan mulai naik (kendati belum total recovery) pada bulan Agustus. Hanya saja, kenaikan yang diharapkan pada sisa tahun 2020 tersebut, tidak mampu menutup penurunan impor tahunan. Impor AS dari Asia pada 2020 secara kumulatif diperkirakan turun 7,6%.

Impor kumulatif AS dari Asia pada periode Januari-Mei, turun sebesar 9,2%. Penurunan tertinggi terjadi pada bulan Mei sebesar 18,5%, kemudian Maret (18,3%), Februari (11,5%), Januari (2,9%), dan penurunan terkecil terjadi pada bulan April yakni sebesar 1,7%.

Persentase Penurunan Impor AS dari Asia (Janurai-Mei)

Bulan Penurunan (%)
Januari 2,9
Februari 11,5
Maret 18,3
April 1,7
Mei 18,5

Penurunan impor yang masih berlanjut hingga bulan pertama pada semester kedua (H2 2020) juga tercermin pada maraknya pengumuman pengurangan kapasitas pelayaran (blank sailing) sebagaimana yang diumumkan oleh sejumlah perusahaan pelayaran pada minggu lalu.

Sebagaimana dilaporkan konsultan dan lembaga analis pelayaran Sea-Intelligence baru-baru ini, pada awal Q3 (kuartal ketiga), kapasitas pelayaran pada rute transpasifik akan dipangkas sebesar 15%. Disamping sebagai upaya pelayaran dalam menjaga stabilitas tarif, langkah ini juga diambil karena demand (volume angkutan) masih rendah.

Menurut NRF, impor AS dari Asia baru akan kembali tumbuh pada tahun depan (2021), yang diperikrakan naik sebesar 8,3%, setelah dua tahun berurut-turut turun. Pada tahun lalu (2019), impor AS dari Asia juga turun sebesar 4,7% dan pada tahun ini diprediksi turun sebesar 7,6%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *