Kenaikan Tarif Picu Kenaikan Laba Bersih Westports Selama Q1, Kendati Volume Turun

Westports Holdings Bhd, Malaysia, membukukan kenaikan laba bersih sebesar 9,22% selama kuartal pertama (Q1) 2020. Meskipun throughput pelabuhannya mengalami penurunan sebagai dampak dari trunnya volume perdagangan selama merebaknya virus corona (covid-19), namun kebijakan kenaikan tariff memicu peningkatan pendapatan hingga berdampak pada kenaikan laba bersih (net profit).

Dalam laporan terbarunya, perusahaan mengakui kenaikan pendapatan dan laba terbantu oleh kenaikan tarif, namun tidak merinci lebih jauh soal besarnya kenaikan tarif tersebut.

Menurut laporan keuangan Westports Holdings Bhd, selama Q1 yang berakhir 31 Maret, laba bersihnya mencapai MYR152.81 juta (US$35,34 juta), naik 9,22% dari periode yang sama tahun lalu (2019). Sedangkan revenue tercacatat sebesar MYR473,47 juta, naik 14,04% dari tahun lalu yang tercatat sebesar MYR415,19 juta.

Sementara itu, throughput selama Q1 mengalami penurunan sebesar 8%. Throughput Westport tercatat sebesar 2,52 juta TEU pada Q1, termasuk 1,58 juta TEU kargo transshipment dan 940.000 TEU kargo non- transshipment. Penurunan terbesar terjadi pada kargo transshipment, demikian dilaporkan perusahaan tersebut sebagaimana dikutip The Star, Petaling Jaya, Kuala Lumpur.

Kendati volume turun, perusahaan tetap melanjutkan sejumlah investasi. Pada Q1 tersebut, Westport menggelontorkan dana (capex) sebesar MYR78 juta untuk melakukan sejumlah investasi.

Mengomentari kinerja tersebut, Managing Director Westports Holdings Bhd, Datuk Ruben Emir Gnanalingam mengakui dampak covid-19 terhadap turunnya throughput. Ruben memprediksi dampak covid-19 terhadap volume pelabuhan masih akan beranjut, bahkan akan lebih besar pada kuartal ke-2 (April-Juni).

“Malaysia, Singapura, negara-negara Asia Tenggara, India, Uni Eropa, dan Amerika Utara, kendati dengan cara yang berbeda, tetapi pada intinya semua melakukan lockdown selama bulan April,” jelas Ruben.

Menurutnya, hal ini berdampak pada aktivitas ekonomi dan investasi selama kuartal kedua. Dan pada akhirnya, akan berdampak pada turunnya throughput hampir semua pelabuhan di dunia, termasuk Westport.

Ruben mengakui, throughput tahun ini diperkirakan tidak akan mengalami pertumbuhan dibanding tahun lalu, bahkan mungkin saja turun. “Kendati kami berharap akan terjadi pemulihan aktivitas ekonomi pada semester dua, namun kami tidak melihat bisa membantu banyak terhadap volume pelabuhan secara total pada tahun ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *