Pelabuhan Kotabaru – Batulicin Resmi Implementasikan Inaportnet

Setelah sejumlah total 32 (tiga puluh dua) Pelabuhan mengimplementasikan Sistem Inaportnet, Pelabuhan Kotabaru-Batulicin kini resmi menjadi Pelabuhan ke-33 (tiga puluh tiga) yang menerapkan Sistem Inaportnet.

Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya Go Live Penerapan Sistem Inaportnet di Pelabuhan Kotabaru oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru bertempat di Hotel Ebony, Kalimantan Selatan, Rabu (19/2).

Membuka sekaligus meresmikan acara, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko, menjelaskan bahwa penerapan sistem Inaportnet di Pelabuhan bertujuan untuk meningkatkan pelyananan kapal dan barang, mempermudah melakukan pengawasan, pengendalian dan pengaturan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, serta mempermudah memperoleh data dan yang utama adalah mendukung terciptanya keselamatan berlayar.

“Sistem ini mempermudah, karena mengintegrasikan aplikasi pada bidang kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang dari seluruh Instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan, termasuk sistem layanan Badan Usaha Pelabuhan (BUP), pergerakan PBM, JPT dan Terminal Operator,” tambahnya.

Menurut Wisnu, penerapan sistem Inaportnet di Pelabuhan Kotabaru-Banjarmasin telah dilakukan dalam beberapa tahapan, yang dimulai dengan melakukan koordinasi awal Penerapan Inaportnet pada tanggal 20 September 2019.

“Selanjutnya, telah dilaksanakan pula Training of Trainer (ToT) kepada para pegawai Kantor KSOP Kelas III Kotabaru pada 2 Oktober 2019,” jelas Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu mengungkapkan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa serta ujicoba satu siklus pelayanan kapal dan barang hingga penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) pada tanggal 3 Oktober 2019.

“Terakhir, tanggal 17 Oktober 2019 lalu juga telah dilaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Sistem Inaportnet di Pelabuhan Kotabaru,” ujarnya.

Perkembangan Penerapan Sistem Inaportnet sendiri menurut Wisnu telah dilaksanakan sejak tahun 2016.

“Awalnya pada tahun 2016 kita terapkan Sistem Inaportnet ini di 4 (empat) Pelabuhan Utama, yaitu di Pelabuhan Makassar, Belawan, Tg Perak dan Tg Priok,” ungkapnya.

Selanjutnya, pada tahun 2017, Sistem Inaportnet kembali diterapkan di 12 (dua belas) Pelabuhan Kelas I (satu), yaitu Pelabuhan Panjang, Banten, Tanjung Emas, Gresik, Teluk Bayur, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Bitung, Ambon, Sorong.

Kemudian pada tahun 2019 dilanjutkan lagi penerapan sistem Inaportnet di 16 (enam belas) Pelabuhan, yaitu Pelabuhan Dumai, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pekanbaru, Tanjung Balai Karimun, Pangkal Balam, Tanjung Pandan, Talang Duku, Cirebon, Cilacap, Benoa, Samarinda, Bontang, Kendari, Ternate, Jayapura.

“Dan sekarang ini, pada tahun 2020 Sistem Inaportnet secara resmi diterapkan di Pelabuhan Kotabaru, sehingga sampai saat ini sudah sejumlah total 33 (tiga puluh tiga) pelabuhan di seluruh Indonesia yang  menerapkan sistem Inaportnet,” tutup Wisnu.

Acara Go Live Penerapan Sistem Inapornet di Pelabuhan Kotabaru-Batulicin ini dihadiri oleh Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Tanah Bumbu dan Kotabaru, Komandan Pangkalan TNI AL Kotabaru, Kepala Polair Resort Tanah Bumbu dan Kotabaru, Kepala Kesatuan Polisi pengamanan Pantai (KPPP) Kotabaru, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kotabaru, Kepala Balai Karantina Pertanian di Wilayah Kerja Batulicin, General Manager Pelindo III Cabang Kotabaru dan Batulicin, Para Ketua Asosiasi, Para Pimpinan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di wilayah Kotabaru dan Batulicin serta Para Pimpinan Perusahaan Pelayaran, Keagenan dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di wilayah Kotabaru dan Batulicin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *