Pertumbuhan Ekonomi China Melemah, Perdagangan dengan RI Tetap Tumbuh

Data resmi yang dilansir dari media china menyebutkan bahwa ekonomi china tumbuh 6,0 persen pada kuartal keempat 2019 dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspektasi dan stabil dari laju kuartal sebelumnya.

Tingkat pertumbuhan terus melayang pada titik terlemah dalam hampir tiga dekade. Ekonomi China tumbuh 6,1 persen tahunan pada 2019, paling lambat dalam 29 tahun. Walaupun melambat tetapi masih dalam target pemerintah 6-6,5 persen.

Dilansir dari Reuter, dengan permintaan yang lamban di dalam dan luar negeri dan tekanan perdagangan AS yang meningkat, para pembuat kebijakan Cina telah melakukan berbagai langkah guna meningkatkan ekonomi selama dua tahun terakhir. Langkah tersebut bersamaan dengan mengendalikan risiko keuangan dan utang.

Michelle Lam, ekonom China di Societe Generale, Hong Kong, mengatakan, “Kerusakan perang dagang yang semakin surut telah mendukung stabilisasi pertumbuhan PDB pada Q4. Dalam konsumsi, pertumbuhan penjualan ritel juga stabil, menunjukkan bahwa pengeluaran momentum masih cukup tangguh meskipun ada tekanan ke bawah di pasar tenaga kerja.”

“Satu risiko penurunan adalah investasi properti (melambat). Ini berkontribusi terhadap penjualan tanah yang kuat pada 2018 dan aktivitas konstruksi pada 2019. Tetapi sebagian besar dari itu dijual di muka, di mana perusahaan real estate tidak mengirim rumah sampai dua hingga tiga tahun ke depan.”

Perdagangan RI-China Naik

Walaupun ekonomi china melambat, Ekspor China ke Indonesia justru meningkat. Dilansir dari Bisnis.com, berdasarkan data Kepabeanan China, total perdagangan Indonesia-China selama Januari–November 2019 mencapai USD 72,4 miliar. KBRI Beijing memperkirakan nilai perdagangan hingga Desember 2019 akan meningkat dari realisasi 2018 yang senilai US$72,7 miliar menurut data BPS.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengatakan Indonesia saat ini berada di posisi ke-16 sebagai negara target ekspor Negeri Tirai Bambu. Ekspor China ke Indonesia Januari–November 2019 mencapai USD 41 miliar atau meningkat 4 persen dari periode sama 2018.

“Komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Tiongkok untuk periode ini antara lain produk elektronik, mesin, besi dan baja, tekstil, produk kimia, alat-alat kesehatan, komponen kendaraan, dan furnitur,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (18/1/2020).
Di lain sisi, Indonesia menempati urutan ke-15 negara pengekspor terbesar ke China. Total ekspor Indonesia ke China mencapai US$31,4 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *