Skip to content

Produktivitas Pelabuhan Indonesia Masa Pandemi: Pelindo II Turun, Pelindo I, III, IV Tetap Tumbuh

Produktivitas pelabuhan-pelabuhan di Indonesia selama masa pandemi covid-19 bervariasi, ada yang tumbuh dan ada yang mengalami pertumbuhan. Sejumlah pelabuhan mengalami penurunan kunjungan kapal dan volume bongkar muat, namun sejumlah pelabuhan tetap mengalami pertumbuhan.

Dari data yang di-release oleh empat operator pelabuhan di Indonesia (Pelindo I-IV), secara kumulatif, hanya pelabuhan di bawah kelola PT. Pelabuhan Indonesia II (IPC) saja yang mengalami penurunan, sementara produktivitas kumulatif dari tiga operator lainnya (Pelindo I, III, dan IV) tetap mengalami pertumbuhan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Pelindo I Tumbuh 2,82%

Foto: Pelabuhan Belawan

Selama Kuartal I tahun 2020, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mencatat arus kunjungan kapal sebanyak 17.613 call, naik 14,88 persen dibanding Kuartal I tahun 2019 sebanyak 15.331 call. Angka tersebut sebanding dengan 39.111.260 GT (Gross Tonnage), tumbuh 30,26 persen dibanding dengan periode yang sama dengan tahun lalu sebesar 30.025.908 GT (kontan.co.id, 23/5/2020).

Realisasi bongkar muat peti kemas hingga bulan Maret 2020 sebesar 265.755 box meningkat 2,82 persen dibandingkan realisasi dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 258.462 box. Peningkatan tersebut setara dengan 327.742 TEUs (Twenty Foot Equivalent Units) yang tumbuh 3,13 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 317.808 TEUs.

“Bongkar muat peti kemas selama kuartal I tahun 2020 terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan terutama untuk kegiatan peti kemas dalam negeri, kegiatan bongkar muat peti kemas sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri di TPK Perawang yang berlokasi di Cabang Pekanbaru, dan juga meningkatnya bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dumai dan Tanjungpinang,” terang SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo I, Imron Eryandy.

Sementara itu, Arus penumpang untuk kuartal I ini sebanyak 1.319.436 orang, naik 8,89% dibandingkan periode pada tahun sebelumnya sebanyak 1.211.760 orang. Peningkatan arus penumpang ini disebabkan meningkatnya jumlah penumpang di cabang pelabuhan Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun.

“Pelindo 1 memastikan akan terus menjaga layanan operasional selama 24 jam dalam 7 hari (24/7) sebagai wujud komitmen kami untuk menjaga kelancaran logistik Indonesia, khususnya di bagian barat Indonesia,” kata Imron.

Saat ini Pelindo 1 dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional.

Pelindo II Turun 4,8%

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/Pelindo II atau IPC mencatat trafik peti kemas pada periode Januari hingga April 2020 turun 4,8% (detikfinance 31/5/2020).

“Salah satu antisipasi yang kami lakukan adalah mengatur penugasan yang efektif di seluruh terminal, sehingga semua kapal yang bersandar terlayani sesuai jadwal kedatangan. Sejak awal virus Corona merebak, IPC tetap beroperasi dan memastikan semua aktivitas kapal barang di pelabuhan terlayani,” jelas Arif Suhartono, Direktur Utama PT Pelindo II/IPC.

Sejauh ini, IPC belum merevisi target pendapatan tahun 2020. Perseroan masih melihat situasi hingga akhir Juni untuk merevisi target-target tahun 2020.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 IPC mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 11,14 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun.

“Kita harapkan di era normal baru ini pandemi COVID-19 bisa dikendalikan sehingga perkonomian global bergerak, dan arus peti kemas terus meningkat hingga kuartal keempat tahun 2020,” kata Arif.

Pelindo III Tumbuh 1%

Foto: Pelabuhan Tanjung Perak

PT Pelindo III (Persero) mencatatkan kinerja positif di kuartal I tahun 2020 ini. Arus petikemas Pelindo III secara keseluruhan hingga bulan April 2020 mengalami kenaikan 1 persen sebesar 1,6 juta Twenty foot Equivalent Units (TEUs) jika dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya (surya.co.id, 4/05/2020).

Dalam keterangannya, Pelindo III mengatakan, hingga bulan April 2020, kenaikan tidak hanya arus petikemas saja. “Tapi juga arus kapal. Arus kapal terjadi peningkatan sebanyak 3 persen yaitu 94,7 juta GT.”

Kinerja positif jasa kepelabuhanan ini tercapai berkat komitmen Pelindo III bersama para pengusaha dalam upaya menjaga aktivitas logistik. “Di sisi lain, kami juga terus menjaga layanan operasional dengan tetap beroperasi selama 24 jam dalam 7 hari (24/7) sebagai komitmen menjaga kelancaran logistik Indonesia sehingga pelayanan aktivitas kepelabuhanan tetap terlayani dengan baik,” demikian pernyataan yang disampaikan Pelindo III.

Pertumbuhan tersebut juga terjadi karena beberapa jurus relaksasi dan stimulus yang diberikan Pelindo III kepada pelaku logistik agar lebih bergairah untuk menggenjot kegiatan ekspor impor dan domestik.

Stenven H Lesawengen, Ketua DPC INSA jawa Timur mengapresiasi relaksasi dan stimulus yang diberikan oleh Pelindo III karena dapat membantu para pelaku logistik di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan berbagai inovasi dan terobosan yang diberikan ini dapat menyemangati kami untuk menjaga iklim usaha logistik baik ekspor/ impor maupun domestik,” Kata Stenven.

Pihaknya juga memberikan apreasi terhadap Pelindo III yang selalu mengedepankan komunikasi yang cair dengan para stakeholder.

“Dimana hal tersebut merupakan faktor penting dalam mewujudkan layanan prima dan perbaikan berkesinambungan,” tambah Steven.

Pelindo IV Tumbuh 0,5%

Pada triwulan I tahun ini, kegiatan petikemas di Pelindo IV mengalami kenaikan 0,5% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.

Foto: Pelabuhan Makassar

“Secara umum kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu, walaupun ada treatment khusus untuk pencegahan Covid-19 bagi kapal-kapal yang akan sandar. Sebab kebutuhan logistik masyarakat tetap normal seperti biasa,” jelas Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi.

Prasetyadi mengatakan kondisi di Wilayah Timur Indonesia berbeda dengan di Wilayah Barat.

“Di mana Wilayah Timur basisnya adalah komoditas dan konsumsi, tidak seperti di Wilayah Barat yang lebih banyak industri. Sehingga dua hal itu tetap bertahan walaupun pandemi Covid-19,” ucap Prasetyadi pada Senin (11/5/2020).

Ia menuturkan, pendapatan paling besar adalah dari pelayanan bongkar muat barang dan hanya terdampak sedikit oleh wabah virus corona, terutama di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Prasetyadi menyebut, total arus peti kemas (throughput) di seluruh pelabuhan kelolaan Perseroan rata-rata mencapai 2,2 juta TEUs per tahun. Dari angka tersebut hanya sekitar 2% kegiatan ekspor, selebihnya bongkar muat domestik.

Sementara itu dari sisi bisnis kata Dirut Pelindo IV, dia meyakini kegiatan ekspor utamanya dari Pelabuhan Makassar akan kembali menggeliat, jika pelabuhan-pelabuhan di beberapa negara tujuan seperti China, Jepang dan Korea sudah dibuka kembali pasca diberlakukannya lockdown.

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) optimistis kinerja perseroan akan bertumbuh sebesar 8,9% pada triwulan II 2020 dibandingkan posisi yang sama tahun lalu meskipun saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Harijanto, Direktur Eksekutif HMPM