Beri Service Lebih Baik, Pelindo 1 Gabungkan TPKDB dan BICT

PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo 1) melakukan penataan organisasi dengan menggabungkan dua cabangnya, Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) dan Belawan International Container Terminal (BICT).
Pelindo 1 melakukan penggabungan manajemen kedua cabang tersebut menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang ditandai secara resmi dengan dikeluarkannya
Dengan bedasarkan Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor. PR.02/I/6/PI-20.TU tertanggal 06 Januari 2020, Pelindo 1 melakukan penggabungan manajemen kedua cabang terminal peti kemas tersebut menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan.
“Kebijakan penggabungan manajemen BICT dan TPKDB menjadi satu manajemen menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan merupakan salah satu upaya dan strategi korporasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik,” kata General Manager TPK Belawan, Indra Pamulihan dalam siaran persnya di Medan, Selasa (27/1/2020).
Indra Pamulihan menambahkan, penggabungan ini untuk memenuhi customer satisfaction pengguna jasa kepelabuhanan atas layanan jasa bongkar muat peti kemas yang handal dan efisien. Serta juga untuk peningkatan revenue dan efisiensi biaya (cost reduction).
Sebagai informasi, kinerja pelayanan di BICT dan TPKDB mengalami peningkatan di tahun 2019. Produktivitas bongkar muat di BICT tahun 2019 mencapai 54,30 Box/Ship/Hour (B/S/H) atau meningkat sebesar 49,85 B/S/H dibandingkan tahun 2018.
“Sama halnya dengan di TPKDB, produktivitas bongkar muat pada tahun 2019 sebesar 44,16 B/S/H meningkat dibanding tahun 2018 yang sebesar 37,49 B/S/H,” urai Indra.
Untuk kunjungan kapal di TPKDB tahun 2019 sebanyak 346 call atau tumbuh meningkat 4,8% dibanding tahun 2018 yang sebanyak 330 call.
Realisasi trafik bongkar muat peti kemas di TPKDB tahun 2019 sebanyak 434.576 box tumbuh meningkat 4,6% dibanding tahun 2018 yang sebanyak 415.214 box.
Sementara itu, arus kunjungan kapal di BICT tahun 2019 sebanyak 512 call dengan trafik kegiatan bongkar muat petikemas ekspor impor sebanyak 427.338 box atau 558.070 TEUs.
“Setelah menjadi TPK Belawan, dermaga eks BICT yang panjangnya 550 meter, nantinya disebut Terminal A untuk pelayanan internasional,” ujarnya.
Sedangkan untuk dermaga eks TPKDB, yang panjangnya 400 meter, kami sebut Terminal B untuk pelayanan domestik.
“Namun tidak menutup kemungkinan untuk lintas pelayanan antara terminal A dan B namun tetap harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, “kata GM TPK Belawan.
Indra juga menginformasikan bahwa untuk mendukung dan meningkatkan pelayanan bongkar muat di TPK Belawan, beberapa waktu lalu (April 2019) Pelindo 1 mendatangkan 5 unit RTG (Rubber Tyred Gantry).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *