Raih Pemasukan USD 1,15 miliar dari Penjualan Terminal Long Beach, Laba OOIL Naik 1.149%

ORIENT Overseas (International) Limited (OOIL) dan anak perusahaannya di sektor container shipping, Orient Overseas Container Line (OOCL), membukukan kenaikan laba yang fantastis pada 2019. Perusahaan tersebut melaporkan laba bersih pada tahun 2019 tercatat sebesar USD 1,34 miliar, naik 1.149% dari tahun sebelumnya.

Total pendapatan OOIL pada tahun 2019 tercatat sebesar USD 6,87 miliar ditambah USD 1,15 miliar dari penjualan terminal peti kemas Long Beach.

OOIL yang sekarang merupakan bagian dari Cosco, mengatakan bahwa neraca perusahaannya adalah salah satu yang paling kuat di industri container shipping pada tahun lalu.

“Kinerja kami yang cukup kuat pada tahun lalu (2019) ditopang oleh arus kas operasi yang meningkat dari USD 589,7 juta pada 2018 menjadi USD 753,4 juta pada 2019, sementara EBITDA juga naik dari USD 313,7 juta pada 2018 menjadi USD 452,3 juta pada 2019,” demikian disampaikan OOIL dalam laporannya.

Menurut OOIL, pencapaian yang solid tersebut tentu menjadi sesuatu yang membanggakan mengingat hal tersebut dicapai dalam situasi ekonomi global yang sedang tidak pasti. “Pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara besar terus rendah dan meningkatnya gesekan perdagangan menimbulkan ketidakpastian sepanjang tahun,” kata OOIL.

Menurut OOIL, pencapaian tersebut juga berkat strategi yang tepat, termasuk membangun sinergi yang signifikan pada tahun 2019. “Memang, target sinergi kami yang ditetapkan selama proses akuisisi telah terlampaui, dan tim kami terus bekerja keras untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi area lebih lanjut di mana manfaat sinergi dapat diperoleh,” jelas OOIL dalam releasenya.

Pada 2019, ekonomi global hanya tumbuh sebesar 2,9 persen, terendah sejak 2008-09. Ketidakpastian negosiasi perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung dan adanya Brexit semakin menghambat pertumbuhan ekonomi.

Pada tahun 2019, industry container shipping global hanya tumbuh 2,6 persen, hampir setengah dari pertumbuhan pada 2018 yang mencapai 4%. Apalagi, dari sisi supply bertambah karena sejumlah kapal baru yang dipesan sebelumnya sudah mulai beroperasi. Memang, keseimbangan supply sedikit terbantu karena beberapa kapal terpaksa docking untuk pemasangan scrubber untuk mengantisipasi aturan IMO terkait penggunaan bahan bakar rendah sulfur bagi kapal yang tidak dilengkapi dengan scrubber per Januari 1, 2020.

Throuput OOCL sendiri pada tahun 2019 tumbuh sebesar 3,8%, sedangkan pendapatan naik 5,2%. “Kami akan berusaha untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil ini,” kata OOCL.

Dalam upaya untuk mempertahankan kinerja tersebut, OOCL akan mengoperasikan lima kapal baru pada tahun ini yang sudah dipesan sejak lima tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *