Throughput Pelabuhan LA Semakin Turun, Mendekati 23% pada Februari

Foto: Gene Seroka, Direktur Eksekutif Pelabuhan LA

Setelah mengalami sedikit penurunan pada Januari (-5.4%), pelabuhan tersibuk di AS, Port of Los Angeles (LA), kembali turun pada bulan Februari. Bahkan persentase penurunannya jauh lebih besar. Pengelola pelabuhan tersebut mensinyalir penurunan tersebut merupakan dampak dari merebaknya coronavirus. Apalagi, Pelabuhan LA merupakan pintu utama masuknya impor dari China.

Menurut data pelabuhan tersebut, throughput pelabuhan LA pada Februari tercatat sebesar 544.037 TEU, turun 22,9% dari tahun sebelumnya. Pada Februari 2018, volume pelabuhan tersebut tercatat sebesar 705.306 TEUs.

“Sebagian besar customer kami (Pelabuhan LA) merupakan pelayaran yang melayani rute transpasifik. Padahal, rute perdagangan yang paling terkena dampak dari coronavirus adalah rute tersebut,” kata Direktur Eksekutif Pelabuhan LA Gene Seroka.

Impor Pelabuhan LA tercatat sebesar 270,025 TEU pada bulan tersebut, atau turun sebesar 22.5%, sementara eksport sebesar 134,468 TEU, turun 5.7%. Empty container mengalami penurunan yang paling tinggi, sebesar 35% (139.544 TEU).

Secara kumulatif pada dua bulan pertama (Januari-Februari) tahun 2020, Pelabuhan LA mengalami penurunan sebesar 13% (1,35 juta TEU).

“Produksi pabrik di China berada pada level terendah. Kami harap mulai berangsur normal pada Maret,” kata Seroka.

Hal yang sama juga terjadi pada pelabuhan terbesar kedua di AS, Port of Long Beach (Pelabuhan LB). Volume Pelabuhan LB pada Februari tercatat sebesar 538,428 TEU, turun 9,8% dari Februari 2019. Impor turun 18%, ekspor 19,3%, dan empty (kontener kosong) 13%.

Sama seperti Pelabuhan LA, penurunan Pelabuhan LB pada Februari lebih tinggi dari bulan Januari. Pada Januari, throughput Pelabuhan LB turun sebesar 4,6%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *