Throughput Pelabuhan Long Beach April Turun 17,3%

Dampak merebaknya coronavirus (covid-19) terhadap aktivitas perdagangan terus berlanjut. Hal ini tercermin pada produktivitas sejumlah pelabuhan besar di dunia yang terus merosot.

Pelabuhan terbesar kedua di Amerika Serikat – Long Beach – kembali mengalami pertumbuhan throughput negatif pada bulan April. Tercatat, throughput pelabuhan ini pada bulan April mencapai 519.730 TEU, turun 17,3% dibanding April 2019.

Menurut laporan managemen pelabuhan tersebut, baik impor maupun ekspor mengalami penurunan. Volume impor tercatat sebesar 253.540 TEU, turun sebesar 20,2%, sementara ekspor tercatat sebesar 102.502 TEU, turun 17,2%. Empty containers juga mengalami penurunan sebesar 12,2%, menjadi 163.688 TEU.

Secara kumulatif, selama empat bulan pertama 2020, throughput Pelabuhan Long Beach mencapai 2.202.650 TEU, turun 9,5% dibanding periode yang sama tahun lalu (2019).

Direktur Eksekutif Long Beach Mario Cordero membenarkan turunnya permintaan sebagai dampak dari kebijakan lockdown menjadi penyebab utama turunnya throughput pelabuhan tersebut. Mario juga membenarkan saat ini tingkat permintaan sudah mulai meningkat sejalan dengan berangsur normalnya aktivitas. Akan tetapi, menurutnya, proses recovery tidak akan berlangsung dalam waktu dekat, masih perlu waktu yang cukup lama.

“Kita tentu berharap produktivitas pelabuhan segera kembali normal sejalan dengan berangsur normalnya aktivitas ekonomi. Orang-orang sudah mulai bekerja, dan permintaan sudah mulai berangsur naik kembali. Akan tetapi, recovery tidak akan berlangsung dalam waktu dekat. Perlu waktu yang cukup lama,” kata Mario.

Menurutnya, menurunnya volume impor di pelabuhan terutama disebabkan karena menurunnya permintaan konsumer selama periode stay-at-home. Sementara turunnya ekspor lebih diutamakan karena adanya perubahan layanan perusahaan pelayaran, termasuk kebijakan pelayaran yang membatalkan sejumlah jadwal.

Menurut data pelabuhan tersebut, ada 16 jadwal pelayaran ke Long Beach yang di-cancel selama periode 1 April hingga 30 Juni.

Mario juga membenarkan, kendati manufaktur di China sudah kembali normal, namun tidak secara otomatis meningkatkan impor Amerika dari negara tersebut, karena permintaan dari Amerika masih rendah. “Krisis masih berlangsung di Amerika. Memang ada peningkatan permintaan dibanding April, namun secara umum masih rendah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *