Skip to content

Hasil Survey: Industri Logistik Kontainer Tahun Depan Mencemaskan

Container xChange, perusahaan teknologi perdagangan dan penyewaan peti kemas merilis hasil survei industri xChange tahun 2021-2022. Survei yang dirilis kepada 800 perusahaan logistik kontainer secara global termasuk shipping line, produsen peti kemas, perusahaan pengiriman barang, NVOCC, pemilik barang dan perusahaan procurement ini bertujuan untuk mempelajari sentimen industri, evaluasi selama tahun 2021 dan prospek tahun 2022 dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Temuan utama dari xChange Industry Speak Survey 2021-2022 adalah suramnya prospek kinerja rantai pasokan industri ini di tahun 2022 mendatang. Sebanyak 11% dari 65% total responden mengatakan bahwa kinerja rantai pasokan di tahun 2022 akan semakin memburuk sementara 54% sisanya mengatakan tetap sama seperti tahun 2021. Tantangan utama yang dialami responden dalam menjalankan bisnis adalah kesulitan untuk menemukan space di kapal (53%), biaya tambahan oleh pengangkut (22%) dan kurangnya tenaga kerja (19%), sementara 6% sisanya mengatakan kurangnya transparansi dan visibilitas ke dalam rantai pasokan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Ketika ditanya alternatif apa yang mereka gunakan untuk mendapatkan peralatan dari operator, sebanyak 50% responden mengatakan mereka menggunakan sewa satu arah, 28% sewa jangka panjang dan 22% sisanya dengan membeli kontainer.

Secara keseluruhan, 71% responden mengatakan mereka memikirkan kembali strategi logistik dan mencari sumber yang lebih beragam serta menggunakan lebih banyak inventaris. Menurut responden, penyebab utama kelangkaan peti kemas tahun ini diantaranya, 42% akibat pengirim menggunakan peti kemas sebagai penyimpanan, 28% dari kegagalan jalur peti kemas, 28% akibat dari inefisiensi dalam mencocokkan pemilik peti kemas dengan calon pengguna, sisanya akibat dari kemacetan dan waktu transit di pelabuhan yang lebih lama sehingga membuat rotasi peti kemas lebih lambat. (Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah pertanyaan pilihan ganda, sehingga menyebabkan tidak tercapainya 100% saat menambahkan persentase).

Ketika ditanya pihak mana yang paling diuntungkan dari krisis rantai pasokan global, para pengusaha industri logistik kontainer sepakat mengatakan bahwa pelayaran peti kemas paling diuntungkan dengan persentase sebesar 64%, diikuti oleh pelayaran sebesar 21% dan perusahaan ekspedisi sebesar 15%. Sebanyak 75% responden mengatakan pandemi berdampak pada bisnis mereka. 54% mengatakan berkurangnya margin keuntungan, 36% lainnya mengatakan kurangnya transparansi, dan 36% sisanya mengatakan mereka menggunakan lebih banyak solusi digital selama masa-masa sulit ini. (Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah pertanyaan pilihan ganda, sehingga menyebabkan tidak tercapainya 100% saat menambahkan persentase).

Ketika mulai terlihat sedikit pemulihan dari pandemi di tahun 2021, muncul varian baru COVID-19 dan kembali mengguncang industri ini. Christian Roeloffs, pendiri dan CEO Container xChange meramalkan pasar di tahun 2022, “Kami memperkirakan bahwa COVID-19 dan varian barunya akan terus mengganggu operasi pelabuhan dan kapasitas tenaga kerja saat kami memasuki tahun 2022 sehingga menyebabkan ketidakpastian akan terus terjadi. Kami juga mulai mengamati turunnya harga peti kemas dan tarif sewa. Begitu harga turun secara signifikan, maka akan berisiko jatuhnya harga. Saat ini, kami juga melihat permintaan kontainer tidak meningkat secara signifikan.”

Roeloffs menambahkan, “Lonjakan harga saat ini disebabkan oleh krisis pasokan sementara. Tetapi dengan meredanya gangguan seperti konflik serikat pekerja di pelabuhan AS, kami melihat tantangan kapasitas akan meningkat. Namun, untuk keadaan kembali normal kemungkinan akan terjadi pada semester 2 tahun 2022, lebih cepat dari apa yang kebanyakan dari kami sudah antisipasi.

Johannes Schlingmeier, Co-founder dan CEO Container xChange mengatakan, “2021 adalah tahun yang luar biasa bagi industri perkapalan. Pendapatan dan keuntungan yang mengejutkan bagi perusahaan angkutan laut telah melampaui keuntungan industri gabungan yang dihasilkan selama satu dekade penuh. Itu juga merupakan tahun yang menunjukkan bahwa pengirim “bersedia” membayar harga yang lebih tinggi untuk pengiriman.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Schlingmeier menambahkan, “Saat ini, harus dibuktikan bahwa hasil dari pendapatan dan keuntungan itu dapat digunakan dengan baik untuk meningkatkan layanan di seluruh industri perkapalan. Hal ini harus membuat tuas tradisional untuk berinvestasi lebih besar dalam kapasitas kontainer, infrastruktur dan transportasi darat serta infrastruktur untuk kolaborasi lintas industri guna membangun ketahanan bagi industri ini.”