Industri pembangunan kapal, dalam jangka menengah dan jangka panjang, diprediksi berada dalam trend positif. Sejalan dengan hal tersebut, pembangunan kapal baru dengan konsep ramah lingkungan akan semakin massif. Menurut sejumlah pengamat, trend order kapal baru ramah lingkungan yang sudah dimulai dalam beberapa tahun terakhir, akan semakin besar pada tahun depan (2022).
Sementara pesanan kontainer diperkirakan lebih rendah tahun depan (2022), disbanding tahun ini (2021), namun masih rata-rata sebelumnya.
Harga kapal juga diproyeksikan masih tinggi tahun depan. Sejumlah galangan kapal Korea sudah full order hingga 2024, dan diperkirakan akan menaikkan harga kapal. Adopsi green technologies untuk memenuhi peraturan lingkungan yang lebih ketat juga akan meningkatkan harga kapal. Kapal-kapal baru dengan green technologies diperkirakan mulai beroperasi pada Semester 2 tahun depan (2022). Kenaikan biaya bahan baku juga akan mendorong kenaikan harga kapal.
Setidaknya, ada tiga factor utama yang berperan penting dalam pemesanan kapal baru. Pertama, kemacetan sektor logistik baru-baru ini menjadi pertanda baik bagi pembuat kapal. Kemacetan sektor logistik baru-baru ini menjadi pertanda baik bagi pembuat kapal. Dengan lonjakan tingkat pengiriman kontainer, pesanan baru untuk kapal kontainer telah meningkat sekitar 7 kali dari rata-rata 5 tahun terakhir.
Korea menjadi negara terbesar dalam penerimaan order baru pada tahun ini, mencapai 39% pesanan baru pada tahun 2021. Selain itu, pesanan baru untuk LNGC meningkat 19%, dan pesanan tanker naik 14%. Akibatnya, pembuat kapal Korea diperkirakan mencapai pesanan baru senilai USD 46,4 miliar pada tahun 2021, yang merupakan peningkatan 3,2 kali dibanding tahun sebelumnya
Kedua, meningkatnya jumlah pesanan memicu kenaikan harga kapal Di tengah pesanan antrian yang cukup, pembuat kapal menaikkan harga kapal
Dipengaruhi oleh pesanan antrian lebih dari 3 tahun, galangan kapal meningkatkan harga pembuatan kapal. Diprediksi, jumlah pesanan baru akan turun 24% tahun depan, tetapi masih akan 2,3 kali lebih tinggi dari rata-rata 2016 ~ 2020. Karena pesanan antrian mereka memenuhi kapasitas dan harga baja telah melonjak 60%, pembuat kapal tidak perlu lagi menerima pesanan dengan margin rendah. Mengingat hal tersebut, pembuat kapal telah menaikkan harga untuk beberapa jenis kapal tahun ini, dan kemungkinan akan menaikkan harga semua jenis kapal tahun depan.
Ketiga, keunggulan bersaing melalui teknologi ramah lingkungan. Perusahaan galangan kapal Korea akan menikmati ekspansi pangsa pasar berdasarkan keunggulan mereka dalam hal teknologi ramah lingkungan. Dengan peraturan baru IMO (EEDI dan EEXI) yang mulai berlaku mulai 2023, perusahaan pelayaran perlu mengubah kapal lama mereka atau memesan kapal baru. Pembuat kapal Korea membukukan lebih dari 60% dari antrian pesanan gabungan mereka yang terdiri dari kapal ramah lingkungan. Selain itu, pembuat kapal Korea sedang mengembangkan teknologi masa depan, termasuk kapal berbahan bakar amonia.

